Tekan Angka Pengangguran Muda, Kemnaker Siapkan Kompetensi Lulusan Baru

by
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Foto: Biro Humas Kemenaker)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama kalangan muda. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengatakan program Magang Nasional (MagangHub) untuk mempersiapkan kompetensi para lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi, demi menekan angka pengangguran muda di Indonesia.

“Kemnaker berharap program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru,” kata Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono, Senin (3/8/2026).

Salah satu tantangan utama lulusan muda adalah kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di pendidikan formal dengan kebutuhan riil dunia kerja.

Banyak lulusan baru menghadapi situasi ketika lowongan kerja mensyaratkan pengalaman, sementara mereka belum memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman tersebut.

Kemnaker menyebutkan, program tersebut memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan. Bagusnya, karena mereka mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis. Juga membangun portofolio dan jejaring profesional.

Dengan pengalaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya lebih siap mencari kerja, tetapi juga lebih siap bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tempat kerja.

Data Kemnaker menyebutkan, pada pelaksanaan sebelumnya, sekitar 30 persen peserta telah mendapatkan tawaran pekerjaan setelah program berakhir.

Sekitar 34 persen peserta belum mendapatkan tawaran resmi, tetapi sudah terdapat indikasi atau peluang untuk ditawarkan bekerja. Sisanya, sekitar 36 persen belum mendapatkan tawaran kerja.

Jadi, penting dipahami bahwa program magang tidak otomatis menjamin seluruh peserta langsung bekerja, tetapi sudah menunjukkan adanya jalur transisi yang nyata dari magang menuju kesempatan kerja.

Dari peserta yang mendapatkan tawaran kerja, sektor yang paling banyak menyerap antara lain sektor keuangan sebesar 23,4 persen, perdagangan besar/wholesale trade sebesar 17,9 persen. Kemudian, manufaktur sebesar 16,5 persen, dan kesehatan sebesar 10,3 persen.

Data itu menjadi masukan bagi Kemnaker untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi, sekaligus memperluas partisipasi sektor lain, agar kesempatan peserta semakin beragam.

Pemerintah berharap, Magang Nasional 2026 dapat memberi dampak dalam tiga lapis, mulai dari peningkatan kompetensi dan pengalaman peserta; tersedianya talenta muda yang siap kerja bagi perusahaan; dan berkurangnya kesenjangan kompetensi di pasar kerja nasional.

“Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam mengurangi pengangguran muda, terutama pengangguran lulusan perguruan tinggi, melalui pendekatan yang lebih langsung,” kata Faried Abdurrahman Nur Yuliono. (OSC).