BERITABUANA.CO, JAKARTA – Produk pangan olahan dan komoditas pertanian Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi ekspor USD1,92 juta. Transaksi sekitar Rp34,58 miliar itu, dicapai dalam ajang Korea Import Expo (KIE) 2026, di Coex Exhibition Hall, Seoul, Korea Selatan. Komoditas paling diminati meliputi kopi specialty, kakao, dan keripik kentang olahan.
Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan Ali Andika Wardhana menilai keikutsertaan Indonesia merupakan langkah strategis memperkuat promosi produk bernilai tambah.
Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih luas dengan para importir Korea Selatan.
“Kami berharap partisipasi ini dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Korea,” ujar Ali Andika Wardhana dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Keberhasilan itu merupakan hasil sinergi antara Kedubes Indonesia Seoul dan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Seoul.
Atase Perdagangan RI Seoul Roesfitawati menyampaikan Korea Selatan merupakan salah satu pasar paling potensial bagi produk pangan olahan Indonesia. Rangkaian penjajakan bisnis (business matching) pun diselenggarakan secara intensif baik sebelum maupun sesudah pameran.
Melalui skema ini, Atdag RI Seoul memfasilitasi 35 sesi penjajakan bisnis peserta pameran Indonesia. Hasil business matching menunjukkan tingginya minat pembeli setempat terhadap produk-produk Indonesia yang berkualitas, bernilai tambah, dan mampu memenuhi standar pasar internasional.
Dalam pameran tersebut, Indonesia menampilkan 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan hasil kurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.
Data yang ada menyebutkan, produk yang dipamerkan, antara lain kopi specialty, kakao, keripik kentang, buah dan sayuran kering, teh berbahan buah, tepung mocaf, biskuit bebas gluten, garam laut, dan aneka produk makanan olahan.
Menariknya, Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk mengumumkan rencana strategis pendirian Indonesia House of Beans (IHoB) pertama di Korea Selatan. Pusat promosi kopi specialty Indonesia yang berlokasi di Seoul ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Menurut Roesfitawati, Indonesia House of Beans diharapkan menjadi sarana promosi kopi specialty Indonesia. Juga sekaligus wadah konkret bagi eksportir untuk membangun jejaring bisnis lebih luas dengan importir, pemilik kedai kopi, dan pelaku industri kopi di Korea Selatan.
Pada Januari-Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan mencapai 7,61 miliar dolar AS. Pada periode ini, nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai 4,05 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar 3,56 miliar dolar AS.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan mencapai 18,04 miliar dolar AS. Pada tahun tersebut nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan mencapai 10,14 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Korea Selatan 7,90 miliar dolar AS. (OSC).







