Hilirisasi Sawit Melalui Implementasi B50, Mentan Nilai Perkuat Ketahanan Energi Nasional

by
Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: Humas DPD RI.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi kelapa sawit melalui implementasi biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu juga, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong kesejahteraan petani Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meresmikan mandatori biodiesel 50 persen, B50, Kamis (9/7/2026).

“Implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (11/7/2026).

Meningkatnya pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Sejauh ini, kinerja industri sawit nasional menunjukkan tren yang positif. Produksi crude palm oil (CPO) sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, meningkat dari 48,16 juta ton pada 2024 atau tumbuh 7,3 persen.

Saat yang sama, ekspor meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton, seiring semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel.

“Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional itu.

Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani. Menurut Mentan, implementasi B50 akan memperluas pasar domestik minyak sawit, meningkatkan permintaan tandan buah segar (TBS), memperkuat harga di tingkat petani, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sentra-sentra perkebunan.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat. Juga penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang sebesar bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.

Dengan dukungan sektor pertanian yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga mempercepat terwujudnya kemandirian energi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan kemakmuran rakyat.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Peluncuran B50 merupakan bukti nyata Indonesia mampu mengelola kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. (OSC).