BERITABUANA.CO, WASHINGTON DC – Kebakaran hutan terjadi di Kota Spokane, negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS). Api yang sangat bergerak cepat mengakibatkan pemerintah setempat memaksa mengevakuasi warganya mengungsi pada Sabtu (2/8/2026) waktu setempat. Pemerintah langsung menetapkan keadaan darurat.
Gubernur Washington Bob Ferguson menerangkan, lebih dari 200 ribu acre atau sekitar 80.900 hektare lahan dilaporkan terbakar di seluruh Washington. Kondisi tersebut terjadi di tengah tahun keempat berturut-turut negara bagian itu dilanda kekeringan.
Ferguson mengatakan kombinasi kekeringan ekstrem dan angin kencang telah menciptakan situasi yang sangat berbahaya.
“Kekeringan yang memecahkan rekor dan angin kencang menciptakan kondisi berbahaya di seluruh negara bagian,” kata Ferguson dalam pernyataannya mengutip AFP.
Ia juga mengumumkan larangan hampir seluruh aktivitas pembakaran di luar ruangan, termasuk pembakaran untuk keperluan pertanian, hingga akhir September guna menekan risiko munculnya titik api baru.
Komisaris Lahan Publik Washington Dave Upthegrove menyebut musim kebakaran tahun ini sudah menjadi salah satu yang paling sibuk dalam sejarah, meski baru memasuki awal Agustus.
“Tahun ini sudah menjadi salah satu musim kebakaran tersibuk yang pernah kami alami, padahal kita baru memasuki Agustus,” ujarnya.
Salah satu kebakaran terbesar, yang dijuluki Old Trails Fire, dilaporkan melompati Sungai Spokane pada Sabtu sore sebelum akhirnya memasuki wilayah kota, menurut laporan media lokal The Spokesman-Review.
Otoritas setempat kemudian mengeluarkan peringatan evakuasi tingkat tertinggi, yakni ‘Go Now’, untuk sejumlah kawasan di bagian utara Spokane. Perintah tersebut berdampak pada ribuan warga yang tinggal di dalam batas wilayah kota.
Hingga pukul 20.20 waktu setempat, luas area yang terbakar akibat Old Trails Fire telah mencapai lebih dari 3.500 acre atau sekitar 1.400 hektare. Meski demikian, pemerintah kota belum melaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
Mayor Jenderal Gent Welsh mengatakan situasi diperkirakan akan meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. “Saat matahari terbenam dan terbit kembali, kita akan berada dalam kondisi terkejut,” kata Welsh dalam konferensi pers.
Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah membuka pusat evakuasi bagi warga di Spokane Convention Center. (Kds)







