Chef Omar, Bakso, dan Misi Mengenalkan Cita Rasa Indonesia ke Dunia Internasional

by
Owner The Java Signature, Chef Omar. Foto: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH — Di tengah padatnya aktivitas pelayanan jemaah haji Indonesia di Madinah, terdapat satu tempat yang menjadi pelepas rindu kampung halaman bagi banyak orang Indonesia. Tempat tersebut adalah The Java Signature.

Berlokasi di kawasan kaki Gunung Uhud, kedai The Java Signature milik Chef Omar (Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir) menawarkan hidangan bakso khas Indonesia yang mampu mengobati kerinduan akan cita rasa Nusantara.

Selain Bakso, kedai Chef Omar juga menyajikan berbagai hidangan lezat lainnya yang juga digemari warga Saudi dan wisatawan lain yang berkunjung ke kompleks wisata Gunung Uhud.

“Targetnya bukan hanya warga Indonesia. Saya ingin mengenalkan Indonesia ke dunia Internasional,” kata Chef Omar saat ditemui di kedai The Java Signature beberapa Waktu lalu.

“Kebetulan banyak orang asing yang saya sodorkan menu Indonesia mereka menikmati dan selalu menyampaikan rasa puas untuk rasa Indonesianya,” sambung putra asli Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia ini.

Chef Omar memastikan citarasa hidangan bakso yang disajikan di tempat makannya hasil dari pengolahan sendiri.

Ia mengungkapkan, sejak berdiri sekitar tahun 2020 hingga sekarang, kedai miliknya memiliki empat karyawan yang seluruhnya berasal dari Indonesia. “Ada yang dari Banten, Sukabumi, dan Lombok,” kata dia.

Harga bakso yang ditawarkan di The Java Signature berkisar antara 30 SAR hingga 35 SAR per mangkok. Kalau di rupiahkan sekitar Rp 144.000 sampai Rp 168.000. Dalam sehari bakso dagangannya terjual hingga 2.500 mangkok.

Untuk menu lain yang dijual di The Java Signature ada ayam goreng seharga 25 SAR, burger, dan makanan lainnya.

Diketahui, Chef Omar merantau dari Indonesia dan pertama menginjakkan kaki di Arab Saudi pada tahun 2011. Mulanya dia tinggal di Makkah sebelum akhirnya memutuskan berpindah ke Madinah.

Selama belasan tahun tinggal di Kota Nabi, dia merasakan ketenangan. “Bagi saya, kota ini nyaman, tenang, dan damai,” tutupnya. (Muhammad Umar Fadloli)