BERITABUANA.CO, MADINAH – Operasional penyelenggaraan ibadah haji di Madinah kini telah memasuki fase krusial menjelang penutupan.
Saat memimpin apel pagi pada Kamis (25/6/2026), Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti, mengingatkan seluruh petugas bahwa masa tugas mereka kini hanya menyisakan waktu lima hari lagi sebelum kloter terakhir bertolak kembali ke Tanah Air.
Dalam amanatnya, dr Enny menekankan pentingnya mempertahankan kinerja terbaik hingga akhir masa operasional. Ia meminta seluruh petugas untuk tidak mengendurkan pengawasan sedikit pun di sisa waktu yang ada.
Menurutnya, dedikasi yang telah dibangun selama puluhan hari sebelumnya tidak boleh rusak di saat-saat terakhir. “Sisa hari ini kita harus waspada. Jangan sampai 70 hari yang sudah kita lalui, tercoreng hanya di lima hari terakhir,” tegas dr Enny di hadapan peserta apel pagi.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi beratnya medan seperti saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), melainkan faktor psikologis petugas itu sendiri.
Rasa lelah yang menumpuk kerap kali memicu kelengahan dan memunculkan sikap meremehkan karena merasa tugas akan segera usai. Ia pun menyerukan agar seluruh elemen petugas, baik tim kesehatan maupun non-kesehatan, melebur menjadi satu kesatuan yang solid demi memberikan pelayanan maksimal.
Peningkatan Pengawasan
Khusus untuk tim kesehatan, dr Enny menginstruksikan peningkatan pengawasan, terutama bagi Tenaga Kesehatan Haji (TKH) agar rutin melakukan visitasi kepada jemaah lansia, risiko tinggi (risti), maupun yang memiliki komorbid. Jika ditemukan indikasi medis sekecil apa pun, ia meminta agar segera ditindaklanjuti atau dirujuk ke KKHI yang siap melayani 24 jam.
Sementara untuk tim non-kesehatan, dr Enny meminta mereka menjadi perpanjangan tangan dalam memantau kondisi fisik jemaah di lapangan.
Di akhir arahannya, dr Enny juga menyoroti terkait penanganan jemaah tanazul yang kemungkinan belum bisa pulang bersama kloternya karena kondisi kesehatan. Ia berpesan agar petugas senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada mereka.
Oleh karena itu ia mengajak seluruh petugas untuk menjaga emosi dengan menyelesaikan masalah internal secara bijak, menjaga kondisi fisik, serta tetap mengutamakan ibadah selama sisa waktu bertugas di Kota Suci. (Fadloli/MCH 2026)







