Menelusuri Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf, Jejak Kedermawanan Sahabat Nabi SAW

by
Owner Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf, Hasan Alkiwi. Foto: MCH 2026

BERITABUANA.CO, MADINAH- Hamparan pohon kurma yang menghijau di pinggiran Kota Madinah bukan sekadar kebun biasa. Di balik rindangnya pepohonan dan manisnya buah kurma, tersimpan jejak sejarah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai saudagar sukses sekaligus dermawan, yakni Abdurrahman bin Auf.

Bagi banyak jemaah haji dan umrah, mengunjungi kawasan kebun kurma di Madinah menjadi salah satu agenda menarik selain beribadah di Masjid Nabawi. Di antara sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan sejarah para sahabat Nabi, kebun kurma Abdurrahman bin Auf menyimpan kisah inspiratif tentang kerja keras, kesuksesan ekonomi, dan pengabdian kepada umat.

​Saat menginjakkan kaki di kebun kurma ini, jemaah akan langsung disuguhi atmosfer masa lalu yang kental. Di area kebun, masih berdiri kokoh bangunan heritage bersejarah peninggalan era Turki Utsmani (Ottoman) yang diperkirakan telah berusia ribuan tahun yang lalu.

Bangunan kuno ini menjadi saksi bisu bagaimana kawasan ini dirawat dari generasi ke generasi. Bangunan yang masih menjadi tempat majelis para sahabat bersama Abdurahman bin Auf. Ada juga bangunan tembok asli yang dibangun ribuan tahun lalu.

​Tidak hanya bangunan, sistem pengairan di kebun ini pun masih mempertahankan nilai tradisional (old way) tanpa melibatkan mesin modern. Salah satu daya tarik utamanya adalah jalur aliran air kuno yang dahulu digunakan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf untuk mengairi perkebunannya.

Alur air bersejarah ini sengaja dipertahankan keasliannya agar jemaah dapat melihat langsung bukti autentik manajemen pengairan zaman dahulu.

“Tembok dan jalur air masa lalu itu masih kami pertahankan, selain juga jalur air baru yang kami buat untuk mengaliri kebun kurma ini,” kata owner kebun kurma Abdurrahman bin Auf, Hasan Alkiwi kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Kebun Kurma, Kamis (18/6/2026).

​Di balik suburnya kurma yang tumbuh, kebun ini juga menyimpan Sumur Abdurrahman bin Auf. Sumur yang dibangun 1.400 tahun lalu, sampai saat ini masih mengeluarkan air dan tidak pernah kering. Informasinya, sumur yang kedalamannya mencapai 60 meter itu pernah di doakan Nabi Muhammad SAW, sehingga tidak pernah kering sampai saat ini.

Dijadikan ‘Mas Kawin’ Pernikahan

Sumur bersejarah ini memiliki cerita menyentuh yang melegenda, di mana air atau hasil dari area ini di masa lalu dikaitkan dengan kisah mahar/mas Kawin berharga yang diberikan Abdurrahman bin Auf kepada sang istri saat mereka menikah. Selain memberikan air sumur tersebut, mahar sahabat yang kaya itu berupa emas dan dirham.

Keberadaan sumur ini menjadi salah satu magnet utama bagi para peziarah yang ingin napak tilas kehidupan sang sahabat yang kaya raya namun bersahaja. Debit airnya cukup besar sehingga dapat mengairi pohon kurma yang luasnya mencapai 10 ribu meter persegi itu.

“Kualitas airnya pun bagus dan bisa langsung diminum, masih terjaga sangat baik sampai dengan saat ini,” ungkapnya didampingi penerjemah asal Indonesia yang juga mukimin di Madinah, Asep B Pajri.

​Abu Umar, begitu biasa disapa menjelaskan bahwa perkebunan ini mengelola ratusan pohon kurma yang kini dalam kondisi produktif dan siap panen. “Di kebun ini terdapat lebih dari 550 pohon kurma yang sudah memasuki musim berbuah dan siap dipanen,” ujar Abu Umar.

“Umur pohon-pohon ini diperkirakan berkisar antara 20 hingga 30 tahun,” sambungnya.

​Dari total ratusan pohon tersebut, Kebun Abdurrahman bin Auf menjadi rumah bagi 350 pohon Kurma Ajwa, yang dikenal luas sebagai ‘Kurma Nabi’ dengan kualitas terbaik. Jemaah yang berkunjung ke sini dapat menikmati langsung kurma Ajwa segar yang dipetik dari pohonnya.

​Selain Kurma Ajwa, sisa lahan perkebunan ini ditanami oleh berbagai varian kurma premium lainnya yang tumbuh subur, di antaranya ​Kurma Rabiah, ​Kurma Safawi, ​Kurma Ambar, ​Kurma Syukari dan lainnya.

“Kami menjaga kualitas kurma Ajwa terbaik Madinah atau ajwa Aliyah. Ada sekitar 30 orang Indonesia juga yang bekerja bersama kami di kebun kurma ini,” jelasnya.

Saat kami berkunjung, terlihat beberapa pekerja tengah memelihara pohon kurma dengan memilih bagian buah kurma yang telah matang dan dipetik.

Pengalaman Wisata Religi

​Bagi jemaah haji dan umrah, mengunjungi Kebun Kurma Abdurrahman Bin Auf memberikan pengalaman wisata religi yang lengkap. Selain bisa berbelanja kurma Ajwa kualitas terbaik langsung dari sumbernya, mereka juga bisa bersantai menikmati pemandangan asri, berfoto di bangunan peninggalan Ottoman, hingga mempelajari sejarah hebatnya peradaban ekonomi Islam lewat jalur air kuno.

Kebun kurma Abdurrahman bin auf dibuka untuk umum baik jemaah haji dan umrah Indonesia, dan negara-negara lain yang sudah banyak berkunjung ke kebun kurma itu.

“Ahlan wasahlan jemaah haji dan umrah Indonesia, kami siap menyambut dengan baik para jemaah semuanya,” katanya.

Kebun kurma itu pun dilengkapi dengan jajanan khas Indonesia, seperti bakso, aneka gorengan, seblak dan lainnya. Aneka oleh-oleh haji dan umrah pun disediakan di konter khusus di depan kebun kurma. Lokasinya pun sangat strategis, berada di daerah Hijam Alwali Madinah.

Dari Masjid Nabawi, pengunjung hanya membutuhkan 20 menit dengan kendaraan mobil atau bus, ke Masjid Quba hanya 2 menit, dan dari situs Sumur Ghars hanya 7 menit.

​Jika Anda sedang berada di Madinah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, pastikan Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf masuk ke dalam daftar agenda ziarah. Sehingga, bisa merasakan sensasi memetik kurma di tengah situs warisan dunia Islam. (Muhammad Umar Fadloli/MCH 2026)