SUMUR GHARS: Sumber Mata Air Surga yang Dicintai Rasulullah SAW

by
Para Pengunjung Saat Melewati Sumur Ghars, Madinah. Foto: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH – Kota Suci Madinah selalu menyimpan magnet spiritual dan sejarah yang mendalam bagi umat Islam, khususnya bagi jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di tanah suci.

Salah satu destinasi bersejarah yang menarik perhatian adalah Sumur Ghars. Sumur kuno ini diketahui memiliki keterkaitan sejarah yang sangat kuat dengan kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW), sehingga menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi oleh para peziarah untuk menapak tilas perjuangan Islam.

Menurut sejarahnya, Sumur Ghars awalnya digali oleh seorang penduduk asli Madinah yang bernama Malik bin Nahhat, ayah dari sahabat Nabi yang bernama Sa’ad bin Khaitsamah. Sumur ini bukan sekadar sumber mata air biasa bagi masyarakat setempat pada masa itu, melainkan memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hati Rasulullah SAW.

Begitu dekatnya nilai sumur ini bagi beliau, hingga dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad sampai menyebut sumur tersebut sebagai bagian dari miliknya sendiri.

Kedekatan emosional dan spiritual antara Rasulullah dengan Sumur Ghars ini dibenarkan oleh Ibrohim Fadlannul Haq, seorang mutowif atau pembimbing ibadah di Madinah. Ia menjelaskan bahwa semasa hidupnya, Rasulullah SAW sangat sering berwudhu dan meminum air yang bersumber dari sumur tersebut.

Saking istimewanya, Nabi bahkan memberikan wasiat khusus kepada sepupunya, Ali bin Abi Thalib, terkait dengan air dari Sumur Ghars ini untuk prosesi setelah beliau wafat.

“Ya Ali, Idza Ana muttu faghsiluni bisabi kirobin min bi’ri, bi’ru Ghars. Wahai Ali, apabila aku meninggal dunia, maka mandikanlah jasadku dengan air dari sumurku. Sumur apa itu? Yaitu sumur Ghars,” ujar Ibrohim Fadlannul Haq saat menirukan pesan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib.

Lebih lanjut, Boim, begitu biasa disapa memaparkan bahwa keutamaan Sumur Ghars juga termaktub dalam sebuah riwayat mimpi suci Nabi Muhammad SAW. Beliau pernah bersabda bahwa dirinya bermimpi berada di pagi hari di sebuah sumur yang merupakan bagian dari sumur-sumur yang ada di surga.

Hal ini menandakan bahwa Madinah memiliki banyak keberkahan fisik yang bersumber dari surga, mirip dengan keberadaan Raudhah di Masjid Nabawi yang disebut sebagai taman di antara taman-taman surga.

Meskipun memiliki nilai sejarah yang luar biasa, Ibrohim meluruskan bahwa secara syariat sebenarnya tidak ada anjuran khusus atau keafdalan spesifik untuk mengunjungi Sumur Ghars.

Berdasarkan tuntunan fikih, hanya ada empat tempat di Madinah yang secara syar’i dan berdasarkan dalil spesifik dianjurkan untuk dikunjungi jemaah. Keempat tempat tersebut dikenal dengan istilah masjidani wa maqbarotan, yaitu dua masjid (Masjid Nabawi dan Masjid Quba) serta dua pekuburan (Makam Baqi dan Makam Syuhada Uhud).

Kendati demikian, kunjungan jemaah haji—khususnya dari Indonesia—ke Sumur Ghars tetap mengalir deras didorong oleh rasa cinta yang mendalam kepada baginda Nabi. Jemaah datang ke situs ini dengan niat yusta’nasu biha, yakni menjadikannya sebagai sarana edukasi sejarah untuk mengingat kembali perjuangan Rasulullah.

Dengan berkunjung, para jemaah berharap bisa merasakan kedekatan spiritual dengan meminum atau berwudhu dari air yang dahulunya juga pernah digunakan oleh manusia paling mulia di muka bumi tersebut. (Fadloli/MCH 2026)

No More Posts Available.

No more pages to load.