Pemerintah Siapkan Peningkatan Porsi Distribusi Minyakita, HET Tetap Rp15.700 

by
Minyakita. (Ilustrasi/Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan peniiigkatan porsi distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan. Tambahan penyaluran minyak goreng rakyat hingga 50 persen itu, ditangani Perum Bulog dan IDFOOD. Pemerintah memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan rakyat tersebut tetap di level Rp15.700 per liter.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, kebijakan itu ditempuh untuk menjaga stabilitas harga Minyakita di masyarakat. Ia juga memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan rakyat tersebut tetap berada di level Rp15.700 per liter.

“Yang akan kita lakukan, pertama menaikkan, porsi distribusi untuk BUMN Pangan. Sekarang kan minimal 35 persen, sekarang kita kaji untuk dinaikkan. Sudah kita hitung, bisa saja misalnya di atas 50 persen,” ujar Budi Santoso di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Saat ini, porsi distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan minimal mencapai 35 persen. Pemerintah tengah mengkaji peningkatan porsi tersebut agar penyaluran minyak goreng bersubsidi dapat lebih terkontrol hingga tingkat pengecer.

Budi Santoso mengemukakan, BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD, memiliki mekanisme penunjukan distributor dan pengecer resmi di pasar. Melalui skema itu, pemerintah dapat memastikan Minyakita dijual sesuai HET yang telah ditetapkan.

Pengecer yang ditunjuk Bulog atau ID FOOD wajib menjual Minyakita sesuai ketentuan harga. Apabila ditemukan menjual di atas HET, pelaku usaha tersebut berisiko dicoret dari daftar mitra atau di-blacklist sehingga tidak lagi dapat memperoleh pasokan dari BUMN Pangan.

Sistem tersebut memberikan pengawasan lebih kuat dibandingkan jalur distribusi biasa. Sebab, Bulog dan ID FOOD menjual produk kepada pengecer sesuai aturan yang berlaku sehingga pengecer tetap memperoleh keuntungan meski menjual sesuai HET.

“Tidak boleh menjual lebih mahal. Kalau mereka menjual lebih, ya nanti akan di-blacklist dan tidak menjadi pengecer lagi atau tidak menjadi mitranya Bulog atau IDFOOD,” jelas Budi Santoso. (OSC).