Jemaah Diimbau Patuhi Jadwal Pendorongan ke Bandara

by
Kasektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto Usai Pelepasan Kepulangan Gelombang II Jemaah Kloter KJT 21 di Madinah. Foto: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH- Kepala Sektor (Kasektor) 1 Madinah, Ramlan Sudarto mengimbau Jemaah haji kelompok terbang (kloter) selanjutnya agar mematuhi jadwal pendorongan kepulangan menuju bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Imbauan tersebut disampaikan Ramlan usai pemulangan kloter perdana jemaah KJT 21 dari hotel menuju bandara. Menurutnya, kedisiplinan jemaah sangat menentukan kelancaran proses keberangkatan.

“Ya himbauan kepada jemaah untuk kloter-kloter berikutnya supaya tetap mematuhi jadwal untuk pemberangkatan dan pendorongan supaya tidak ada keterlambatan sampai di bandara,” ucap Ramlan di Madinah, Senin (15/6/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa secara teknis koper kabin jemaah harus sudah berada di lobi hotel dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Ketentuan tersebut diterapkan agar proses penataan barang berjalan tertib dan tidak menghambat pendorongan.

Karenanya, seluruh jemaah diminta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan petugas. “Kalau secara teknis itu jemaah itu harus kita kondisikan 2 jam sebelum pemberangkatan itu koper kabin itu harus sudah tersusun rapi di lobi hotel,” katanya.

Selain koper kabin, lanjutnya, jemaah juga diwajibkan meninggalkan kamar satu jam sebelum pendorongan dimulai. Setelah turun dari hotel, mereka langsung diarahkan menuju bus sesuai rombongan masing-masing.

Ramlan menambahkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah siap berangkat tepat waktu. “1 jam sebelum pendorongan kita informasikan kepada seluruh jemaah untuk meninggalkan kamar dan langsung turun dari hotel dan mengarah ke bus sesuai dengan rombongan masing-masing,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, kepatuhan terhadap jadwal menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional pemulangan jemaah. Karena itu, seluruh kloter berikutnya diharapkan dapat mengikuti arahan petugas sejak awal proses persiapan keberangkatan.

Dengan demikian, kata dia, risiko keterlambatan dapat dihindari. “Ya himbauan kepada jemaah untuk kloter-kloter berikutnya supaya tetap mematuhi jadwal untuk pemberangkatan dan pendorongan,” jelasnya.

Rombongan Jemaah sendiri harus menyesuaikan diri dengan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan. Sebab, seluruh proses pendorongan harus berlangsung tepat waktu agar jemaah tidak terlambat tiba di bandara.

Menurutnya, pesawat tidak akan menunggu keterlambatan rombongan jemaah. “Karena kita sifatnya ini kalau pendorongan dari Madinah ke bandara itu kita yang harus menunggu pesawat bukan pesawat yang menunggu kita,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.