Tingkatkan Layanan Transportasi Laut, Pelni Mulai Proses Pengadaan Tiga Kapal Baru

by
KM Doro Londa, salah kapal penumpang milik PT Pelni dari 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan. (Foto: Ditto)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dalam upaya menjaga layanan transportasi laut nasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) mulai memproses pengadaan tiga kapal penumpang baru. Pengadaan armada baru Pelni itu,dibiayai melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun.

Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani, dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026, mengatakan perusahaan tengah memasuki tahap awal pengadaan dengan melakukan pembahasan kontrak bersama konsultan desain kapal.

“Progres PMN 2024-2025 kami telah menerima surat dari PT Danantara Asset Management (DAM) pada 21 April 2026 perihal tanggapan atas rencana pengadaan kapal PT Pelni dan PT DAM memberikan dukungan terhadap proses pengadaan kapal baru PT Pelni,” katanya.

Pengadaan kapal baru diperlukan karena armada kapal penumpang Pelni yang berjumlah 26 unit semakin menua. Sebagian besar kapal telah berusia di atas 25 tahun atau melampaui umur teknis dan ekonomis kapal.

“Ketidakmampuan Pelni dalam pembiayaan investasi penggantian alat produksi dalam hal ini kapal secara mandiri sehingga diperlukannya kehadiran pemerintah,” katanya.

PMN yang diterima Pelni mencapai Rp4 triliun, terdiri atas Rp1,5 triliun dari APBN 2024 yang digunakan untuk uang muka pengadaan tiga kapal penumpang dan Rp2,5 triliun dari APBN 2025 untuk pelunasan pengadaan kapal tersebut.

Saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap pembahasan kontrak dengan konsultan desain sebelum memasuki tahapan pembangunan kapal.

Targetnya, pengadaan tiga kapal tersebut dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Kapal pertama akan menggantikan KM Umsini dan ditargetkan beroperasi pada semester I 2029.

Kapal kedua yang akan menggantikan KM Kelimutu ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2029, sedangkan kapal ketiga pengganti KM Lawit diproyeksikan beroperasi pada semester I 2030.

Total nilai proyek pengadaan tiga kapal baru tersebut mencapai Rp4,5 triliun, dengan rincian Rp4 triliun berasal dari PMN dan Rp500 miliar dari dana internal perusahaan.

Dana PMN yang telah diterima saat ini masih ditempatkan di salah satu bank BUMN sambil menunggu tahapan pengadaan berjalan.

Per 31 Mei 2026, dana PMN 2024 sebesar Rp1,5 triliun yang ditempatkan di bank tercatat berkembang menjadi sekitar Rp1,59 triliun karena memperoleh pendapatan giro. Sedangkan dana PMN 2025 sebesar Rp2,5 triliun meningkat menjadi sekitar Rp2,53 triliun. (OSC).