BERITABUANA.CO, MADINAH- Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menjamin kenyamanan tempat istirahat jemaah saat menjalani fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Pengawasan ketat terhadap fasilitas pendukung di kawasan Armuzna dilakukan secara berlapis demi mewujudkan target sukses ritual sebagiaman visi Kemenhaj dalam Tri Sukses Haji.
“Untuk petugas Madinah yang di Makkah nanti akan ditugaskan di Muzdalifah dan di Mina,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) 1 Daker Madinah, Andik Setiawan saat memberikan keterangan kepada Tim Media Center Haji 2026 di Madinah, Kamis (14/5/2026) malam WAS.
Ia menuturkan titik berat pengawasan para petugas tersebut difokuskan pada kelengkapan logistik di dalam tenda-tenda perkemahan. Petugas tidak ingin kecolongan terkait masalah ketersediaan fasilitas dasar yang berpotensi mengganggu konsentrasi ibadah ratusan ribu jemaah haji Indonesia.
“Nah petugas di sini berperan penting untuk mengecek maktab dan jumlah kasur yang ada di sana,” tegasnya.
Andik menjelaskan, pemenuhan hak setiap individu jemaah menjadi tolak ukur utama keberhasilan operasional pelayanan haji tahun ini. Sinkronisasi data jumlah jemaah dengan ketersediaan ruang harus berjalan presisi tanpa ada selisih sedikit pun.
“Kita berharap petugas menghitung sesuai dengan jumlah jemaah, kami berharap tidak ada satu jemaah pun yang tidak mendapatkan tempat tidur pada saat di Mina,” ucapnya.
Skema perlindungan hak fasilitas ini, lanjut Andik, tidak hanya berlaku secara eksklusif di kawasan Mina saja. Menurutnya, pola pengecekan serupa juga diterapkan secara disiplin di padang Arafah menjelang pelaksanaan ibadah wukuf.
Jika ada jemaah yang belum mendapatkan haknya, petugas siap memberikan solusi resmi di lapangan dengan berkoordinasi langsung ke pihak masyariq. “Begitupun juga di Arafah, nanti kita akan melakukan pengecekan sampai jamaah mendapatkan haknya untuk dapat satu orang satu tempat tidur,” jelasnya.
Persiapan Mental dan Fisik
Selain kenyamanan di tenda, jemaah juga terus diedukasi untuk mempersiapkan mental dan fisik saat proses mabit atau bermalam sementara waktu. Jemaah diimbau tetap bergembira dan menjaga keikhlasan hati karena prosesi ibadah ini adalah inti dari perjalanan spiritual haji.
Pemerintah memastikan petugas selalu siaga mendampingi setiap pergerakan jemaah agar tetap aman dan teratur di tengah keterbatasan ruang. “Untuk di Muzdalifah nanti jemaah akan memantau karena di situ tidak ada tenda jadi tidur juga beralaskan tanah,” pungkas Andik memberikan gambaran nyata kondisi lapangan. (Fadloli/MCH 2026)









