Dedikasi dan Loyalitas: Wujud Nyata Petugas Landis Layani Jemaah Haji Lanjut Usia

by
Petugas Landis Melayani Nenek Malka (75) Saat Visitasi di Hotel Arkan Al Manar Sektor 2 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MADINAH– Dedikasi tanpa batas terus ditunjukkan oleh petugas Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Daker Madinah. Mereka bergerak menyisir hotel-hotel demi memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan maksimal selama menjalankan ibadah.

Pemandangan menyentuh hati terlihat di Hotel Arkan Al Manar Sektor 2, Daker Madinah. Dengan penuh kelembutan, petugas menyambangi kamar Nenek Malka (75), jemaah haji asal Bone Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kloter UPG 3.

Nenek Malka adalah potret perjuangan panjang. Menunggu selama 15 tahun untuk berangkat haji, ia harus berangkat seorang diri tanpa pendamping. Di tanah air pun, ia tinggal sebatang kara karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.

Melihat kondisi tersebut, petugas Landis tidak sekadar menyapa. Dengan sigap dan penuh kasih sayang, mereka membantu memandikan Nenek Malka, mengganti pakaiannya, hingga memastikan sang nenek disiplin meminum obat-obatan yang dibutuhkan.

Abdurrabbani, salah satu petugas Landis PPIH Arab Saudi, menuturkan bahwa tugas mereka memang dirancang untuk menyentuh aspek paling personal dari kebutuhan jemaah.

Di sektornya, tim Landis dibagi menjadi empat kelompok yang berfokus pada penyambutan dan pelayanan visitasi. “Setiap hari kami berkunjung ke hotel-hotel yang terdapat lansia dan disabilitas. Bagi yang tidak memiliki pendamping, kami rutin membantu menggantikan popok, memandikan, hingga menyuapi makan,” ujar Abdurrabbani.

Tak hanya urusan fisik, petugas juga memenuhi dahaga spiritual jemaah. Banyak lansia yang sejak tiba di Madinah belum sempat ke Masjid Nabawi karena keterbatasan fisik dan ketiadaan pendamping.

“Kami ambilkan kursi roda, kami antar ke Nabawi, bahkan kami dampingi hingga masuk ke Raudhah. Kami juga menjadi pendengar bagi cerita-cerita mereka,” tambahnya.

Selalu Berkoordinasi

Layanan ini tidak berjalan sendiri. Petugas kesehatan dari KKHI, Riskyana Puspita Rini, menegaskan bahwa koordinasi antara tim Landis dan tim medis sangatlah krusial.

“Kami selalu berkoordinasi mengenai kondisi kesehatan jemaah. Tim kesehatan rutin melakukan visitasi bersama tim Landis, terutama bagi jemaah yang membutuhkan pertolongan medis khusus atau pemantauan obat yang ketat,” jelas Riskyana.

Pelayanan sepenuh hati ini merupakan wujud nyata dari komitmen Haji Ramah Lansia. Langkah ini sejalan dengan visi Tri Sukses Haji yang dicanangkan oleh Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, guna memastikan seluruh jemaah, tanpa terkecuali, dapat beribadah dengan layak, aman, dan penuh martabat. (Fadloli)