BERITABUANA.CO, JEDDAH– Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Zakaria Anshori, menyatakan bahwa hingga memasuki gelombang kedua kedatangan Jemaah haji, operasional haji berjalan lebih lancar tanpa kendala menonjol yang berarti. Hal ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari pelaksanaan haji tahun lalu.
“Kita belajar banyak dari tahun lalu, terutama dalam mengantisipasi perpecahan antar-syarikah yang mengakibatkan jemaah tercampur. Hal itu sempat menyulitkan proses pengangkutan dari bandara ke hotel hingga pengaturan di hotel itu sendiri,” ujar Zakaria dalam keterangannya di Jeddah, Sabtu (9/5)
Meski begitu, Zakaria menekankan pentingnya kewaspadaan pada kloter-kloter terakhir. Sebab, kloter penutup biasanya merupakan gabungan dari berbagai jemaah yang sebelumnya batal berangkat, sehingga memiliki potensi tinggi terjadinya percampuran antar-syarikah yang dapat memengaruhi distribusi layanan.
Dalam kesempatan tersebut, Zakaria juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk selalu membawa Kartu Nusuk. Karena, Otoritas Arab Saudi saat ini tengah gencar melakukan razia (sweeping) untuk memastikan legalitas jemaah, terutama bagi mereka yang hendak memasuki kawasan Masjidil Haram.
”Secara teori, jemaah tidak akan bisa masuk Masjidil Haram tanpa Kartu Nusuk. Kami menyarankan jemaah selalu membawanya, atau setidaknya memiliki foto kartu tersebut di ponsel sebagai cadangan jika kartu fisik tertinggal,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)







