BERITABUANA.CO, MADINAH– Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia Madinah disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak manajemen perhotelan. Salah satunya adalah Astoneast Aiba Hotel, yang melakukan persiapan khusus demi memberikan kenyamanan maksimal bagi tamu-tamu dari Tanah Air.
Direktur Operasional Astoneast Aiba Hotel, Ibrahim Albrins, menyatakan kegembiraannya menyambut musim haji tahun ini. Menurutnya, jemaah Indonesia memiliki tempat spesial bagi hotelnya karena sepanjang tahun, termasuk musim umrah ada sekitar 80 persen tamu mereka berasal dari Indonesia.
“Seratus persen kami sudah siap menyambut jemaah dari Indonesia. Kami ucapkan selamat datang dan senang menyambut mereka,” kata Ibrahim.
Sebagai bentuk penghormatan dan peningkatan layanan, Ibrahim mengungkapkan pihaknya melakukan peremajaan fasilitas. Salah satunya seluruh karpet mulai dari dalam kamar hingga selasar atau lorong antar kamar telah diganti dengan yang baru. Begitu pula ketersediaan tempat tidur sudah disiapkan secara lengkap sesuai kerja sama yang dibangun oleh pemerintah Indonesia.
Di luar musim haji, hotel ini bahkan rutin menyajikan menu masakan khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jemaah pada kampung halaman. Jarak hotel yang kurang dari 100 meter dari Masjid Nabawi menjadi daya tarik utama bagi jemaah untuk memudahkan ibadah.
“Jemaah Indonesia tergolong sangat hangat dan familiar. Jajaran staf kami merasakan suasana penuh keakraban setiap kali melayani mereka,” ungkap Ibrahim Albrins.
Sementara itu, kesiapan ini juga diamini oleh Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah Dr Zaenal Muttaqin. Dirinya menegaskan seluruh hotel di Madinah telah siap secara teknis dan fasilitas untuk mendukung kekhusyukan ibadah jemaah.
“Akomodasi memegang peran vital dalam penyelenggaraan haji. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah bisa segera beristirahat begitu sampai di hotel,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya bertekad agar proses penyerahan kunci maksimal bisa dilakukan kurang dari 30 menit sejak jemaah tiba di hotel. Begitu pula layanan distribusi koper menuju depan kamar masing-masing jemaah diharapkan bisa kurang dari satu jam. Target itu pun akan terus ia evaluasi demi terwujudnya standarisasi layanan.
Pentingnya Kerjasama
Meskipun petugas dan pihak hotel sudah bersiap siaga Zaenal menekankan pentingnya kerja sama dari para jemaah. Untuk mencapai target waktu layanan tersebut, situasi di lapangan harus tetap kondusif. Jemaah diharapkan mengikuti arahan petugas saat proses pembagian kamar dan koper agar tidak terjadi penumpukan di lobi hotel.
Dengan koordinasi yang apik antara pihak hotel, majmuah, petugas Daker, dan ketertiban jemaah, diharapkan operasional haji di Madinah tahun ini berjalan lebih efektif dan nyaman. (Fadloli)









