Kegiatan tersebut digagas Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fauzi Amro. Ia mengatakan kegiatan mudik bersama tersebut bukanlah program yang baru pertama kali digelar. Tradisi itu telah berjalan selama tujuh tahun terakhir, menjadi semacam jembatan tahunan yang menghubungkan para perantau di Jabodetabek dengan kampung halaman mereka saat Lebaran tiba.
Tahun ini, sekitar 20 bus disiapkan untuk mengangkut hampir seribu pemudik menuju berbagai kota tujuan. Rombongan kendaraan itu akan membawa para penumpang menuju Palembang, Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara di Sumatera Selatan, serta beberapa kota di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya.
“Kegiatan mudik bersama ini sudah tahun ke-7. Tahun ini kami memberangkatkan kurang lebih 20 bus dengan tujuan Palembang, Lubuklinggau, Muratara, Bandung, Jogja, Solo, dan Surabaya,” kata Fauzi Amro saat melepas pemudik di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Di balik deretan bus yang siap berangkat, terdapat kerja bersama dari berbagai pihak yang turut menopang pelaksanaan program tersebut. Fauzi menyebut dukungan datang dari sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri, serta komunitas daerah dan mahasiswa yang ikut terlibat dalam kepanitiaan.
Baginya, program ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga bentuk kepedulian untuk meringankan beban para perantau yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahun menjadi bukti bahwa kebutuhan akan fasilitas mudik semacam ini masih sangat besar.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Tahun ini kuotanya sekitar seribu orang, tetapi yang mendaftar hampir 2.500 orang. Kendala kita biasanya kekurangan bus, mudah-mudahan ke depan bisa lebih banyak lagi masyarakat yang kita mudikan,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Ke depan, Fauzi berharap barisan bus yang diberangkatkan bisa semakin panjang. Ia ingin semakin banyak perantau yang dapat merasakan kebahagiaan sederhana: duduk di kursi bus bersama keluarga, menempuh perjalanan panjang, dan akhirnya tiba di halaman rumah yang telah lama dirindukan.
“Insya Allah setiap tahun kami akan terus mengadakan mudik bersama ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi, mungkin 1.500 bahkan 2.000 orang yang bisa kita berangkatkan,” kata Fauzi menandaskan. (Kds)







