BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta. Aksi yang dimotori Kementerian Pertanian bersama para champion cabai itu, digelar sebagai upaya intervensi harga agar kembali berada pada batas kewajaran yang ditetapkan pemerintah.
“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule dalam keterangan di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Secara umum ketersediaan cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan di berbagai sentra. Harga cabai khususnya rawit merah meningkat akibat lonjakan permintaan menjelang momentum konsumsi tinggi, sedangkan sebagian sentra mengalami jeda panen karena faktor cuaca dan hari libur.
Karena itu, Gerakan Aksi Guyur Pasokan akan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau hingga harga stabil. Intervensi ini dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim, serta dinas di daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Jangan khawatir soal pasokan tambahan didatangkan dari sentra produksi yang saat ini memasuki masa panen optimal salah satunya. Langkah itu dilakukan secara terukur berbasis neraca produksi nasional guna memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.
Sentra utama komoditas itu meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Agung Sunusi menambahkan kebijakan stabilisasi harga dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak. Pemerintah, tidak hanya berfokus pada penurunan harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan petani tetap memperoleh margin yang wajar.
Pemerintah memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ dapat dikawal semua pihak. Stabilitas harga harus memberikan margin yang adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.
Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) mendukung langkah pemerintah ini, agar pasokan tidak terganggu.
Ketua ACCI, Ardhy menyatakan kesiapan para champion cabai di berbagai daerah untuk memasok hasil panen ke PIKJ. Ia memastikan produksi di sentra utama tetap berjalan dan stok tersedia untuk mendukung langkah stabilisasi oleh pemerintah.
“Anggota ACCI siap memasok hasil panen ke Pasar Induk Kramat Jati. Stok ada, produksi berjalan, dan kami berkomitmen menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” ungkapnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan agar harga bahan pangan stabil, terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah kata dia, akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum.
Sebagai barometer harga hortikultura nasional, Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis dalam pembentukan harga di berbagai pasar turunan di wilayah Jabodetabek.
Dengan tambahan pasokan yang terjadwal dan terkoordinasi, diharapkan tekanan harga akibat lonjakan permintaan dapat segera mereda. (Osc).







