Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Meningkat, Jumat Pagi Rupiah Tertekan Jadi Rp17.357

by
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. FOTO: InvestorDaily.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Melemah nilai tukar rupiah pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Pelemahan rupiah 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.357 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.333 per. Rupiah tertekan akibat eskalasi konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di Selat Hormuz, yang masih memanas.

Kepada pers, Jumat, analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai rupiah tertekan karena eskalasi konflik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dengan Iran.

Rupiah pada perdagangan Jumat ini diperkirakan menguat terbatas dalam kisaran tipis di Rp17.320 hingga Rp17.370, dipengaruhi oleh mulai meredanya tekanan terhadap mata uang tersebut.

Namun, faktor global kembali mempengaruhi dengan naiknya harga minyak setelah eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang meningkat akibat aksi balasan militer AS terhadap Iran.

Sputnik, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah Iran. Termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik dan Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran.

Tidak tinggal diam, angkatan bersenjata Iran segera membalas. Mereka menyerang kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar, yang meninggalkan kerusakan signifikan.

Komando Pusat AS mengatakan bahwa militer AS “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran tempat serangan dilakukan terhadap pasukan AS.

Saat ini, Situasi di Selat Hormuz dan kota-kota pesisir Iran telah kembali normal setelah terjadi baku tembak antara Iran dan Amerika Serikat

Rully menyebutkan, walaupun tidak berlangsung lama, namun ketegangan di Selat Hormuz tersebut telah memberikan sinyal negatif terhadap keberlangsungan negosiasi AS dan Iran.

Selain itu, pasar juga menanti data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat malam. Rilis data tersebut akan menjadi acuan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Data NFP diperkirakan turun menjadi tambahan 60 ribu pekerja dibanding kenaikan 178 ribu periode sebelumnya.

Berkaca pada sentimen domestik, Bank Indonesia akan mengumumkan data cadangan devisa (cadev). Rully memperkirakan cadev pada April 2026 akan naik di atas USD150 miliar. (OSC).