BERITABUANA.CO, AMBON — Suara pergerakan tanah masih terdengar dari lereng yang longsor di kawasan BTN Gadihu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026). Warga yang bertahan di sekitar lokasi hanya bisa berjaga sambil memindahkan barang-barang penting dari rumah mereka, khawatir longsor susulan kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.
Di tengah kondisi tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, turun langsung meninjau lokasi longsor bersama tim dari Balai Wilayah Sungai. Peninjauan dilakukan sejak pagi untuk melihat kondisi kerusakan dan mendengar langsung kesaksian warga terdampak.
Longsor yang terjadi di kawasan permukiman itu menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan berat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut meninggalkan trauma bagi warga yang rumahnya terdampak material longsoran.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerusakan yang dialami warga cukup berat dan tentu meninggalkan trauma serta kesedihan bagi keluarga terdampak,” kata Saadiah di lokasi kejadian.
Tim peninjau menggunakan drone untuk memetakan titik longsor dan memeriksa kondisi tanah dari udara. Hasil pemantauan sementara menunjukkan struktur tanah di sekitar lokasi masih labil, sehingga alat berat belum bisa diturunkan.
Menurut Saadiah, penggunaan alat berat dikhawatirkan memicu getaran yang dapat menyebabkan longsor susulan maupun retakan pada badan jalan di sekitar area terdampak.
Sekitar 11 rumah yang berada di dekat titik longsor kini berada dalam status siaga. Sejumlah keluarga mulai mengevakuasi barang-barang berharga dan dokumen penting sebagai langkah antisipasi apabila kondisi tanah kembali bergerak.
Di tengah situasi darurat itu, sejumlah pemuda setempat terlihat turun langsung ke area longsoran untuk membantu menyelamatkan dokumen warga, termasuk ijazah dan surat-surat penting lain yang tertimbun material tanah.
Saadiah juga menemui pemilik rumah yang mengalami kerusakan paling parah. Saat longsor terjadi, keluarga tersebut diketahui sedang berada di luar Ambon dan baru kembali setelah rumah mereka tertimbun longsor.
“Mereka baru tiba pagi tadi dan hanya bisa melihat rumah yang sudah lama mereka perjuangkan kini rusak dan tertimbun longsor. Ini tentu menjadi kesedihan yang sangat besar,” ujarnya.
Selama peninjauan berlangsung, warga dan tim beberapa kali mendengar suara retakan serta pergeseran tanah dari titik longsor. Kondisi itu membuat area sekitar lokasi masih dianggap berbahaya untuk aktivitas berat.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan kebencanaan, Saadiah meminta pemerintah dan instansi terkait memperkuat langkah mitigasi di kawasan rawan longsor, khususnya di Kota Ambon dan wilayah lain di Maluku yang rentan terdampak cuaca ekstrem.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Ery)







