BERITABUANA.CO, MANGGARAI BARAT – Sektor pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur terus menggeliat. Pada tahun 2025,total kunjungan mencapai 500.008 orang dari seluruh destinasi yang dikelola Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) serta Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).
Kepala Dinas Parekrafbud Manggarai Barat Stefanus Jemsifori menyampaikan rasa bangga atas capaian luar biasa tersebut.
“Angka lebih dari 500 ribu kunjungan tahun ini adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan bahwa upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola kawasan telah membawa pariwisata Manggarai Barat pada level yang lebih tinggi,” ujar Stefanus Jemsifori, Jumat (9/1/2026) Siang.
Dari total keseluruhan, kawasan yang dikelola BTNK menjadi kontributor terbesar dengan 432.022 kunjungan.
Wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi BTNK mencapai 309.712 orang, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 122.310 orang.
Destinasi yang dikelola Disparekrafbud mencatat 67.986 kunjungan, dengan rincian 32.243 wisman dan 35.743 wisnus.
Secara keseluruhan, jumlah wisman yang berkunjung ke Manggarai Barat mencapai 341.955 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan wisnus yang berjumlah 158.053 orang.
“Minat wisatawan luar negeri yang sangat tinggi menjadi bukti bahwa destinasi di Manggarai Barat memiliki standar internasional. Ini mendorong kita untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan,” jelas Stefanus.
Datanya menunjukkan, puncak kunjungan terjadi pada bulan Desember dengan total 243.988 orang. BTNK mencatat 217.144 kunjungan dan Disparekrafbud 26.844 orang.
Sebelumnya, bulan April juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan total 44.676 kunjungan, didorong oleh kunjungan ke BTNK yang mencapai 38.794 orang.
Pada Juli dan Agustus juga menjadi periode sibuk dengan total masing-masing 73.275 dan 68.912 kunjungan.
“Bulan-bulan itu menjadi puncak karena musim liburan sekolah dan promosi yang tepat sasaran. Terutama di Juli, BTNK mencatat lebih dari 62 ribu kunjungan dan Disparekrafbud lebih dari 10 ribu,” tambah Stefanus.
Destinasi unggulan yang dikelola pemerintah daerah meliputi Gua Batu Cermin, Gua Ranyako, lokasi snorkeling dan diving di perairan Manggarai Barat, Air Terjun Cunca Wulang, serta Puncak Waringin.
Ada juga unggulan lain berupa desa wisata seperti Wae Lolos yang dikenal sebagai desa seribu air terjun yang juga berkontribusi pada pertumbuhan kunjungan. (Osc).
Pariwisata Manggarai Barat NTT Menggeliat, Capaian Luar Biasa Sepanjang 2025







