Pelaku Pariwisata Optimistis Kunjungan Wisata Danau Toba Meningkat di Libur Lebaran 2026

by
Parapat View Hotel. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA — Momentum libur panjang Lebaran 2026 diperkirakan akan mendorong lonjakan kunjungan wisata ke kawasan Danau Toba. Kombinasi libur Idulfitri yang berdekatan dengan libur panjang lainnya dinilai menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata, khususnya destinasi alam unggulan di Sumatera Utara tersebut.

Pemerhati sekaligus pelaku pariwisata, Sanggam Hutapea, mengatakan momen libur panjang tahun ini memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berwisata bersama keluarga setelah menjalani tradisi silaturahmi Lebaran.

“Dengan libur panjang itu memberi kesempatan bagi keluarga untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata ke Danau Toba,” kata Sanggam kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, karakter wisata alam yang dimiliki Danau Toba sangat sejalan dengan tren perjalanan masyarakat Indonesia saat ini. Data survei Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2025–2026 menunjukkan wisata alam menjadi pilihan utama wisatawan domestik dengan porsi sekitar 52,81 persen.

Sanggam menilai angka tersebut menunjukkan peluang besar bagi kawasan Danau Toba yang dikenal dengan panorama air danau luas yang dikelilingi perbukitan hijau serta udara pegunungan yang sejuk.

“Hamparan air membiru dan bukit hijau yang mengelilingi Danau Toba akan terasa lebih menakjubkan jika dilihat dari ketinggian, karena pandangannya jauh lebih luas,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah di kawasan Danau Toba serta para pelaku industri pariwisata dapat mempersiapkan fasilitas dan layanan secara optimal menjelang libur Lebaran.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur, kebersihan kawasan wisata, serta pelayanan kepada wisatawan akan menentukan sejauh mana momentum libur panjang ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

“Yang kita jual bukan hanya kesejukan, tetapi juga keindahan alam Kaldera Toba. Momentum Lebaran ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Sanggam.

Hotel Bernuansa Alam Jadi Pilihan Wisatawan

Selain daya tarik panorama alam, tren wisata juga menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap akomodasi dengan konsep alami dan ramah lingkungan. Survei BPS hingga akhir 2024 dan awal 2025 mencatat hotel yang berada di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dengan udara sejuk tetap menjadi favorit wisatawan.

Salah satu akomodasi yang mengusung konsep tersebut adalah The Parapat View Hotel yang berada di kawasan wisata Parapat.

Hotel ini mengusung konsep penginapan ramah lingkungan dengan menanam berbagai jenis pohon di area sekitar properti. Kehadiran pepohonan rindang menciptakan udara yang lebih sejuk dan alami sehingga kamar hotel tidak memerlukan pendingin ruangan.

Dari sejumlah kamar, tamu dapat langsung menikmati panorama Danau Toba, termasuk pemandangan matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.

Manajemen hotel juga menerapkan konsep perjalanan ramah lingkungan atau eco-friendly travel. Selain menanam pohon peneduh seperti trembesi untuk membantu menyaring emisi karbon, hotel tersebut juga mengelola limbah air sebelum dialirkan ke tanah guna menjaga keseimbangan ekosistem sekitar.

Fasilitas lain yang disediakan antara lain kolam renang dan area jalan pagi yang memungkinkan tamu menikmati suasana desa serta panorama kampung warna-warni di sekitar kawasan hotel.

Dengan perpaduan panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, serta konsep wisata berkelanjutan, kawasan Danau Toba diharapkan tetap menjadi salah satu destinasi utama wisata domestik selama musim libur Lebaran 2026. (Ery)