Dibantah, Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam Disebabkan MBG, Mentan Amran: “DOC-nya di Naikan, Sudah Diturunkan”

by
Telur dan Daging Ayam. (Ilustrasi/Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, SEMARANG – Disebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemicu kenaikan harga telur dan daging ayam.

Hal ini langsung dibantah oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, hasil pengecekan langsung menunjukkan harga di tingkat peternak tidak mengalami kenaikan.

“Ayam dengan telur kan? Saya kumpulkan pengusaha (dan) produsen telur ayam. Saya katakan, ‘kenapa harga telur naik?’. Mereka jawab tidak,” kata Amran dalam konferensi pers di Semarang Utara, Sabtu (10/1/2026).

Tidak sampai situ aja, penelusuran dilakukan lagi ke rantai pasok hulu, khususnya pada harga bibit ayam (day old chick/ DOC). Nah, di sini di dapat. Kenaikan ternyata terjadi pada DOC.

“Saya tanya kepada penjual DOC, mereka bilang naik. Naiknya sampai 30 persen,” jelas Amran.

Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mengatakan, pemerintah langsung meminta agar harga tersebut diturunkan dan mengambil langkah penghentian impor sesuai kewenangan yang dimiliki.

“Aku minta turun. Saya pasti setop impor DOC-nya, grandparent stock-nya. Saya stop. Turun hari itu. Nataru stabil kan? Saya sudah beritahu, aku cabut izin. Itu kalau izin kewenangan saya,” ucapnya

Ia juga memperingatkan pelaku usaha agar tidak mencoba menaikkan harga secara tidak wajar, terutama menjelang Lebaran. Pengawasan, kata Amran, dilakukan bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.

“Jangan coba-coba kalau masih mau berbisnis. Ini ada di belakang bahaya semua, ada Pak Irjen, ada Bea Cukai, kerja semua, ada (Badan) Karantina,” ujarnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut harga telur ayam ras mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan, termasuk dari program MBG.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan telur ayam ras menunjukkan tren kenaikan harga dan telah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Untuk telur ayam ras ini menarik karena memang juga yang memberikan kenaikan harga telur ayam ras adalah meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan komoditas telur ayam ras sebagai salah satu komponen lauk pauk pada menu MBG,” ujar Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2025, Senin (17/11/2026).

Kemudian, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 24 Desember 2025, harga telur ayam ras tercatat sebesar Rp34.800 per kilogram, berada di atas HAP Rp30 ribu per kilogram dan menunjukkan tren peningkatan.

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp42.300 per kilogram, melampaui HAP Rp40 ribu per kilogram.

Data tersebut juga menunjukkan disparitas harga yang masih tinggi di sejumlah daerah, dengan kenaikan harga telur ayam ras terjadi di mayoritas provinsi. (Smr)