BERITABUANA.CO, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Iran hanya memiliki sekitar 21 atau 22 persen rudal tersisa. Hal akibat serangan AS dan Israel sejak akhir Februari.
Hitungan Trump itu didasarkan kepada serangan Iran sepekan menembakkan puluhan rudal ke arah negara-negara tetangganya di kawasan Teluk.
Trump dalam wawancara dengan media terkemuka AS, NBC News, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (6/6/2026), juga menyebut bahwa sebagian besar pabrik drone Iran telah dihancurkan.
“Sebagian besar pabrik drone telah dihancurkan, sebagian besar landasan peluncuran telah dihancurkan, dan sebagian besar area produksi rudal telah dihancurkan,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News yang akan ditayangkan pada Minggu (7/6/2026) waktu AS.
“Saya akan mengatakan secara persentase, mungkin 21-22 persen dari rudal mereka, itu banyak rudal, tetapi tidak seperti saat kita pertama kali menyerang,” ucap Trump dalam wawancara tersebut.
Perkiraan pasokan rudal Iran itu lebih tinggi daripada angka 18 persen yang disampaikan Trump pada Mei lalu. Presiden AS itu sering mengklaim telah menghancurkan sepenuhnya kemampuan perang Iran.
Saat ditanya mengapa Iran belum juga menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen? Dijawab Trump, “mereka merasa bangga, dan ada hal-hal yang tidak pernah mereka duga akan mereka lakukan, tetapi harus mereka lakukan.”
“Mereka tidak punya pilihan, dan itu membutuhkan waktu,” ujar Trump.
Ketika ditanya lebih lanjut soal mengapa dirinya gagal menegosiasikan kesepakatan yang lebih baik setelah menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran pada masa jabatan pertamanya? Trump mengatakan, butuh waktu bertahun-tahun untuk melakukan hal-hal ini. Orang-orang ini telah berperang selama 47 tahun. (Kds)







