“ISME” konservatif, tak mudah dibunuh! Realitas Israel versus Hamas! Makin rumit dipahami! “Isme” Hamas, merdeka, berapa pun “ongkos”nya!
Sulit dimengerti! Dalam posisi menuju “kalah”, Hamas masih punya “bairgaining”! Posisi tawar yang membuat AS-Israel “hopeless”! Marah dan menarik delegasi!
Konservatisme Hamas, merupakan kekuatan “terselubung”, mengapa masih memiliki jejaring perlawanan? Bukankah infrastruktur Hamas telah dihabisi?
“Macan Tamil” (Tamil Elam/LTTE) bisa menjadi studi komparatif! Perjuangannya untuk merdeka berhenti, ketika Velupillai Prabhakaran (pemimpin puncaknya), terbunuh (2009)!
“Isme” adalah kekuatan! Tanpa “isme”! Perlawanan memperjuangkan kemerdekaan, seperti tubuh tanpa ‘ruh’! “Isme”, mestinya melihat “ruh”, bukan tubuh!
Tamil Elam, gagal dan berakhir di Utara dan Timur Sri Lanka! Bisa jadi, karena tak punya “isme”! “Isme”nya sangat bergantung pada personal, kepemimpinan Velupillai Prabhakaran!
Hamas tidak akan berakhir? Bukankah para “designer”, para ‘ikon’, “mastermind”, telah punah pula ‘ekstensial’nya? Layaknya “Macan Tamil”!
Dimulai dengan Saleh Al-Aroury (wakil kepala biro politik), Ismail Haniyeh (kepala biro politik), Mohammad Deif (Kepala sayap militer Izzedin Al Qassam), Marwan Issa, Yahya Sinwar, Mohammad Sinwar, Mohammad Shabani. Semua tewas!
Konservatisme Hamas, tidak bergantung pada Haniyeh, Sinwar, atau Deif! Yang dilakukan Hamas, dengan konservatisme (Islam Sunni), melestarikan kader-kader yang bergantung pada “isme” cita-cita kemerdekaan.
Konklusi itulah yang membuat Hamas, masih tegak berdiri! Sekalipun 88 persen Gaza telah dikepung militer Israel (IDF), lalu para otak “mainstream” serbuan 7 Oktober 2023, tinggal satu (Izzudin Al Haddad).
Sayap militer Izzeddin Al Qassam (Hamas), bersama Brigade Al Quds (kelompok lain perlawanan Palestina), masih mampu membunuh militer Israel. Sebanyak 18 tentara Israel tewas terpanggang (bulan Juli), dari serangan gerilya.
Mengutip media “mainstream” Israel “Yedioth Ahronoth” (1/8). “Israel telah kehilangan kesabaran”! Karena Hamas, “menolak mengubah tuntutannya”!
Pejabat Israel yang mengikuti pembicaraan antara utusan AS, Steve Witkoff dengan PM Benyamin Netanyahu mengatakan! Tujuannya kini tinggal satu! “Lenyapkan Hamas! Demiliterisasi Jalur Gaza! Pulangkan sandera”!
“Hamas”-lah yang memutus kontak! Tidak ada lagi pihak yang bisa diajak bernegosiasi ! “Tak ada lagi kesepakatan”, katanya, usai pertemuan Netanyahu-Witkoff (31/7)!
Israel-AS kini, berpacu dengan waktu! Sementara konservatisme Hamas tentang kemerdekaan, makin “membuncah” (glowing)! Bukan karena Hamas menjadi kuat!
“Pressure”, serta janji pengakuan pemilik ‘power’ Inggris, Perancis, dan Kanada di bulan September mendatang (General Assembly PBB). Memicu gelombang masif “pengucilan” Israel.
Kelaparan Gaza, akibat keliru kalkulasi Israel, semakin mematangkan (maturity) “benang merah”, peristiwa 7 Oktober 2023!
Konservatisme Hamas, hampir dan telah “berbuah”. Di tengah “lelahnya” militer Israel (IDF) di hari ke-665 perang Gaza, pengakuan Inggris dan Perancis terhadap eksistensi negara Palestina. Memberi “separuh jalan” kemerdekaan!
Apa yang dikatakan sejumlah prajurit IDF (“Haaretz”) dikutip “Time of Israel” (1/8), “Betapa lelahnya kami. Saya tak akan kembali ke Gaza”!
Perlawanan Hamas! “Daya tahan” 2 juta rakyat Palestina untuk tetap bertahan di Gaza, mungkin terkesan konyol!
Harapan Israel, rakyat Gaza tak tahan! Lalu pergi! Begitu juga harapan Israel, Hamas tak tega, lalu menyerah! Rencana Israel mengusir lewat “argument clinic”, “Kota Kemanusiaan”, juga gagal!
Konservatisme! Negarawan Irlandia, Edmund Burke (1729-1797), dalam buku “Nexus: A Brief History of Information Network from The Stone Age to AI” (2024) yang ditulis Yuval Noah Harari meyakini!
“Realitas sosial jauh lebih rumit daripada yang dipahami! Tidak semua orang mengerti tentang prediksi masa depan”!
Penderitaan rakyat Palestina! Keterbatasan persenjataan Hamas! Genosida akut! Sampai kemudian Perancis dan Inggris “menyerah”, akan mengakui Palestina! Hal yang mustahil!
Itulah “Konservatisme”. Satu “Isme” yang kukuh dan kekeh. Hamas sekuat tenaga akan menjaga momentum ini! Sesulit apa pun!
*Sabpri Piliang* – (Wartawan Senior/Anggota Dewan Redaksi www.beritabuana.co)







