BERITABUANA. CO, JEDDAH– Operasional kedatangan jemaah haji reguler Indonesia Gelombang II di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi resmi berakhir pada Jumat (22/5/2026). Dengan begitu, Jemaah haji Indonesia selanjutnya akan fokus pada acara puncak Haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Kloter SUB 116 dari Surabaya menjadi rombongan pamungkas yang landing di Jeddah. Setelah melewati proses imigrasi dan pemeriksaan dokumen yang ketat namun cepat, seluruh jemaah langsung diberangkatkan menuju hotel penempatan di Makkah menggunakan bus.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh proses kedatangan jemaah haji Indonesia tahun ini. Ia menegaskan fase penutupan ini berjalan tanpa kendala berarti.
“Luar biasa, semua jemaah kita sudah mendarat di Arab Saudi dan yang terakhir landing tadi dari kloter SUB 116. Total jemaah 379 dan baru saja start 3 menit lalu menuju ke Makkah, ” kata Abdul Basir di Jeddah, Jumat (22/5/2026).
“Penutupan, alhamdulillah berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, semua jemaah dalam kondisi sehat tidak ada yang perlu perawatan,” sambungnya.
Basir menuturkan, selama proses kedatangan di hari terakhir, petugas haji di lapangan juga memberikan perhatian ekstra dan pengawalan ramah lansia bagi ratusan jemaah lanjut usia serta disabilitas yang membutuhkan bantuan khusus.
“Seluruh jemaah yang mendarat hari ini langsung didorong ke sejumlah pemondokan di Makkah, ” ujarnya.
Ia menambahkan, selesainya fase kedatangan ini menandakan seluruh jemaah haji reguler Indonesia kini telah berkumpul di tanah suci dan siap bersiap menghadapi fase puncak haji, yakni Wukuf di Arafah.
Diketahui, ada enam kelompok terbang (kloter) yang tiba di Jeddah pada akhir gelombang II ini. Keenam kloter tersebut berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB) dan Batam (BTH) yang mendarat secara bertahap sejak dini hari.
Rombongan tersebut diterbangkan menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines dengan total keseluruhan 2.288 jemaah. (Fadloli/MCH 2026).








