PAD Bapenda Kota Kupang Baru Capai 42,3 Persen

by
Kepala Bapenda Kota Kupang, dr. Ari Wijana

BERITABUANA.CO, KUPANG – Akibat pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang baru mencapai 42,3 Persen, dari target Rp 116 Miliar pertanggal 2 Agustus 2020.

“Dengan adanya Covid-19 ini, sampai Desember 2020 target rasionalisasi hanya Bisa mencapai 86,3 Persen. Kalau tidak ada Covid-19 saat ini kita sudah berada di posisi 57 Persen,” ujar Kepala Bapenda Kota Kupang, dr. Ari Wijana di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2020).

Dikatakan Ari Wijana, sesuai laporan pada bulan Januari sampai pertengahan Maret posisi sudah di 21 Persen, setelah itu muncul pandemi Covid-19, yang mengharuskan beberapa restauran dan tempat hiburan tutup, sedangkan tamu hotel alami penurunan drastis, sehingga pendapatan pajak juga rendah.

“Waktu tersisa 5 bulan efektif ke depan ini, kita tetap harus melakukan gerakan-gerakan untuk peningkatan PAD, disamping dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19,” tegas Ari Wijana.

Sedangkan pendapatan pajak yang masih terkendali, ujar Ari Wijana, yakni Pajak penerangan jalan dan reklame. Yang mana penerangan jalan terus menyala, sehingga pajak tetap dibayar. Begitu juga dengan reklame, selama reklame masih dipasang, maka pajak tetap harus dibayarkan.

Pihaknya berharap, mulai minggu depan akan dilakukan konsolidasi pada beberapa titik pajak daerah, yang sudah pasangkan online secara typing box, demikian juga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah mulai bergerak sampai akhir Oktober 2020, termasuk dengan hutang piutang atau tunggakan yang ada.

“Nanti kita akan sama-sama berbagi tugas dan peran sampai ke tingkat Kelurahan, untuk kita bisa tingkatkan PBB, karena kalau PBB tidak bisa kita hapus kalau tidak bayar tahun ini alasan Covid-19 pun, tahun depan masih menjadi tunggakan atau piutang,” tandasnya.

Akan tetapi, tambah Ari Wijana, kalau pajak daerah bisa dihapus karena ada perdanya, dimana yang usia pajak daerahnya 5 tahun keatas, bisa dihapus atau yang usahanya sudah tidak ada tinggal ada pemberitahuan dan pernyataan maka bisa dihapus.

“Target saya akhir tahun untuk kita bisa capai 100 Persen yang rasionalisasi bisa, tapi tidak dirasionalisasi mungkin hanya di 76 Persen, sesuai perhitungan saya. Tapi semua kembali lagi ke situasi yang ada, dan nanti kita akan bertemu dewan itu di Sidang Anggaran perubahan,” tambahnya. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *