AMMARA Kupang Tolak Pembangunan Pabrik Semen dan Tambang di Matim

by
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Inche D. P. Sayuna, dan Petrus Christian Mboeik menerima aspirasi AMMARA Kupang.

BERITABUANA.CO, KUPANG – Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) Kupang, menggelar aksi damai di DPRD Provinsi NTT, Senin (29/6/2020) menolak pembangunan pabrik semen dan tambang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Kedatangan AMMARA yang dipimpin Adeodatur Syukur diterima Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Inche D. P. Sayuna dan Petrus Christian Mboeik serta Anggota DPRD Provinsi NTT di ruang Kelimutu DPRD Provinsi NTT.

Dalam pertemuan tersebut, Adeodatur Syukur menjelaskan bahwa penolakan mereka terhadap tambang berangkat dari berbagai alasan, yang juga sudah disampaikan sebelumnya lewat berbagai cara kepada pemerintah.

“Di wilayah izin tambang dan pabrik, itu merupakan perkampungan dan lahan-lahan pertanian, yang telah bertahun-tahun menghidupi warga sekitar,” ujar Adeodatur Syukur.

Menurutnya, kalau lahan pertanian dihilangkan, maka sumber kehidupan bagi generasi mendatang tidak ada lagi. Pemerintah harusnya tidak hanya memikirkan soal uang yang masuk ke kas daerah, dengan mengorbankan masyarakat banyak, sehingga tidak realistis.

“Pemerintah sebaiknya tidak terpesona dengan klaim semacam itu, karena faktanya perusahaan tambang mangan yang sebelumnya hadir di sekitar dua kampung itu, tidak membawa perubahan signifikan,” papar Adeodatur Syukur.

Sebagai mahasiwa, tegas Adeodatur Syukur, mereka merasa memiliki hak untuk menyuarakan keperihatinan pada rencana investasi ini, mengingat tambang dan pabrik ini tidak hanya menyangkut soal urusan jual beli tanah di dua kampung, tetapi juga menyangkut hak hidup banyak orang.

Pada kesempatan tersebut, koordinator lapangan AMMARA Kupang, Alvino A Latu meminta kepada DPRD NTT, untuk memaksimalkan peran mereka untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

“Sejauh ini, hanya segelintir anggota dewan yang menyuarakan persoalan ini, sementara yang lainnya masih memilih tidak peduli,” ujar Alvino Latu.

Disamping itu, Alvino Latu mengajak untuk sama-sama mengawal janji-janji Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.
“Sebagai penyambung lidah masyarakat, anggota DPRD mesti mengingatkan gubernur untuk konsisten pada janji-janjinya,” harap Alvino. (iir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *