BERITABUANA.CO, DEPOK – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok Indah Ariani mengutarakan, kesetiaan kepada rakyat dan loyalitas tanpa batas bagi seluruh kader partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, merupakan harga mati yang tak bisa ditawar.
Lantaran itu, ia menyinggung sikap politik partai terhadap wacana yang belakangan ini ramai menjadi perbincangan, terkait perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah.
Ia menegaskan, kedaulatan sepenuhnya harus tetap berada di tangan rakyat, bukan melalui perwakilan di Parlemen.
“Pokoknya PDI Perjuangan, selalu membela rakyat dan kita tidak setuju dengan pemilihan lewat DPR atau DPRD. Kita tetap menegakkan demokrasi pemilihan kepala daerah itu, lewat rakyat,” ujar Indah dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Selain itu, menanggapi isu soliditas partai, ia menyatakan seluruh kader DPC PDI Perjuangan Depok tetap teguh pada pendiriannya.
Ia menekankan, bahwasannya PDI Perjuangan berpegang prinsip kuat untuk selalu bersama rakyat dalam situasi apa pun.
“Tidak ada yang goyah, teguh dengan pendiriannya berdiri bersama PDI Perjuangan selama-lamanya dalam suka dan duka,” tegas Indah.
Ia mengatakan, meskipun PDI Perjuangan Depok saat ini berada dalam partai koalisi, namun partainya tetap berperan sebagai penyeimbang yang tetap kritis.
“Meskipun kita koalisi, tapi kita tetap menjadi penyeimbang. Kalau seandainya ada kebijakan yang tidak benar atau tidak memihak untuk rakyat, kita akan kritik dengan mati-matian gitu maksudnya, kritisi terus sampai tuntas yang pro-rakyat,” tekannya.
Lebih lanjut, Indah membeberkan instruksi tegas dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengenai kewajiban anggota DPRD.
Menurutnya, menjadi wakil rakyat bukan berarti bisa bersantai di rumah atau lainnya, melainkan harus hadir secara fisik di tengah masyarakat.
“Pesan Bu Ketum, kita harus selalu turun. Setiap hari, harus turun ke rakyat. Bu Ketum marah kalau kita jadi Dewan hanya duduk di rumah, bersantai-santai, itu tidak boleh,” pungkasnya. (Rki)







