Karman BM: Ucapan Jokowi ‘Berdamai Dengan Covid-19’ Ada Benarnya

by
Karman BM, mantan Ketum PP GPII dan Anggota RELIJI Pemilu 2019.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Diakui bahwa akibat pandemi virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19) yang menyerang hampir disebagian belahan dunia, termasuk Indonesia itu, bukan hanya menimbulkan penyakit yang bisa mematikan. Bahkan telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian, sebagaimana yang diamali Indonesia dalam menghambat penyebaran virus asal Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

Hal ini disampaikan Karman BM, Anggota Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) Pemilu 2019 melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Kamis (14/5/2020), menyikapi kondisi yang tengah terjadi di Tanah Air.

Karman menduga saat ini kas pemerintah kosong, dan bahkan minus karena selama dua bulan terakhir ini uang habis untuk melawan corona. Sementara pemasukan ke kas negara tidak ada karena hampir semua perusahaan tidak maupun perorangan tidak mampu untuk membayar.

“Siapa yang mau bayar pajak, orang takut keluar, tidak kerja, semua stayhome. Sekarang Pak Jokowi dan semua kepala pemerintahan di daerah sedang stress berat, segala macam cara untuk selamatkan negara ini. Mulai dari ngutang, sampai meningkatkan pungutan-pungutan dari rakyat. Dua contoh teranyar, dengan menaikkan tarif listrik dan iuran BPJS,” sebut dia.

Saat ini, mantan Ketua UmumPimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) meminta semua pihak untuk memaklumi, jika pemerintah menggunakan ‘daya paksa’-nya, meminta rakyat urunan, dan membiayai negara.

“Ini femonema dunia. Covid ini menyerang 200-an negara di dunia yang mengakibatkan hal sama, ekonomi tidak stabil. Semoga Pak Jokowi mampu bawa Indonesia keluar dari krisis ini, dan semoga kita siap,” ucapnya.

Karena itu, menurut penilaian Karman, ada benarnya Presiden Jokowi dengan statemen ‘berdamai dengan Covid19.’ Ditambah hari ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan statemen serupa, ‘terpaksa berdamai’ seperti disiarkan media.

Bahkan, organisasi kesehatan dunia atau WHO melalui Direktur Kedaruratan, DR. Mike Ryan tidak yakin corona ini hilang, meskipun akan ditemukan antivirusnya. Dia contohkan seperti penyakit Aids. meski sudah ada obatnya, namun Aids masih tetep ada.

“Jadi saya kira sudah betul kata Presiden Jokowi dan Menteri Tito, bahwa kita harus berdamai dengan Covid. Kerja lagi sudah cari duit, namun seusui protokol kesehatan,” sebutnya.

Selain pemerintah sedang berupaya mencegah penyebaran, lanjut Karman, pemerintah juga sedang bekerja keras mengantisipasi efek negatif lain dari Covid-19, yaitu efek ekonomi karena akan banyak pengangguran dan kemiskinan.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) jumlah tenaga kerja yang dirumahkan maupun yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja per tanggal 12 Mei 2020 sebanyak 1.722.958 orang. Artinya kedepan kasus malnutrisi, tindak kriminalitas akan meningkat.

Menurut Karman, sejak awal memang nampaknya Presiden Jokowi konsern urusan dampak ekonomi. Berbeda halnya dengan Gubernur DKI Anies Baswedan yang penekanannya penyelamatan individu. Tetapi, sebenarnya keduanya sama saja, yakni konsern terhadap keselamatan warga.

“Nah, statemen ‘Berdamai Dengan Covid’ ini nampaknya akan jadi jalan tengah. Kewajiban dan hak negara terhadap rakyat, dan menjaga kewajiban serta hak rakyat atas negara akan berjalan seimbang. Terkait Covid19, tentu harus dilakukan dengan protokol kesehatan,” katanya.

Memang diakui Karman, antivirus Covid-19 ini belum diketemukan atau lebih tepatnya virus yang awalnya bernama SARS-CoV 2 ini masih terus bermutasi. Ada dugaan kesalahan prosedur dalam proses penelitian virus seperti yang diungkapkan oleh Dr. Andrew Kaufman dalam interview di sebuah channel YouTube lalu, kemudian menimbulkan pro-kontra.

“Makanya perlu diteliti lebih lanjut secara terbuka dan transparan oleh para ahli diseluruh dunia. Seperti yang pernah dicontohkan oleh Ibu Siti Fadilah dalam menangani wabah flu burung saat beliau menjabat Menteri Kesehatan di era SBY,” demikian Karman BM. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *