BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pemerintah didorong memperkuat industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional agar peralihan menuju transportasi rendah emisi tidak berhenti pada peningkatan jumlah kendaraan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mengatakan pengembangan kendaraan listrik memiliki manfaat ganda. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), pertumbuhan kendaraan listrik dapat membuka ruang bagi pengembangan industri, teknologi, dan infrastruktur pendukung di dalam negeri.
“Dari sisi lingkungan kendaraan listrik tidak menghasilkan gas buang pada pengoperasiannya, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan hanya berasal dari proses pembuatan komponen kendaraan dan bahan bakarnya, yakni listrik. Karenanya kita berharap produksi kendaraan listrik nasional akan terus meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas agar merangsang masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, apalagi Indonesia memiliki pasar yang besar,” kata Chusnunia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, pemerintah perlu memberikan kemudahan kepada industri untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik secara massal. Kebijakan tersebut penting agar produk dalam negeri mampu bersaing dengan kendaraan listrik merek asing, baik dari sisi harga maupun teknologi.
Chusnunia juga menilai insentif dan kebijakan yang memudahkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik akan memberikan kepastian bagi pelaku industri. Kepastian itu dibutuhkan produsen kendaraan, konsumen, maupun pelaku usaha yang membangun infrastruktur pendukung.
“Data menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin menggeliat yang ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan pada semester I-2026 menunjukkan bahwa mobil elektrifikasi bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan mulai mengambil porsi besar dari pasar otomotif nasional,” ujarnya.
Ekosistem Perlu Diperkuat
Chusnunia mengatakan pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi kendaraan. Pemerintah juga perlu memperkuat teknologi, infrastruktur, dan kapasitas industri dalam negeri.
Menurut dia, pendekatan menyeluruh diperlukan agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
Dorongan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mengembangkan kendaraan listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA di Cikarang, Bekasi.
Peluncuran MoLiNas diarahkan untuk mendorong mobilitas yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.
Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit. Sementara kendaraan listrik roda empat penumpang tercatat sebanyak 223.100 unit.
Besarnya pasar domestik, kata Chusnunia, menjadi peluang bagi Indonesia untuk tidak sekadar menjadi konsumen kendaraan listrik, tetapi membangun industri kendaraan listrik nasional yang kompetitif dan memiliki rantai pasok yang semakin kuat. (Asim)







