BERITABUANA.CO, JAKARTA – Saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi buruan investor asing. Selain saham big banks, sejumlah saham yang terafiliasi dengan konglomerat juga masuk daftar yang paling banyak dikoleksi asing. Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) paling banyak dikoleksi investor asing.
Informasi yang dikumpulkan Ahad (23/8/2026) menyebutkan, aksi beli tersebut terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,93% pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Lihat saja Data IDX Weekly Statistics BEI menunjukkan investor asing mencatat net buy Rp2,23 triliun sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026. Arus dana tersebut berbalik dari posisi net sell Rp1,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Untuk perdagangan 21 Agustus 2026 asing mencatatkan nilai beli bersih Rp974,58 miliar meski sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp70,64 triliun.
Masih pada perdagangan 21 Agustus 2026, berdasarkan data movers yang dihimpun dari Stockbit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing.
Nilai net foreign buy BBRI mencapai Rp628,49 miliar. Saham bank tersebut juga menguat 2,87% ke level Rp3.230 per saham.
Kemudian, saham bank besar lainnya turut menjadi sasaran investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net foreign buy Rp269,09 miliar, dengan harga saham naik 0,78% menjadi Rp6.450.
Berikutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat pembelian bersih asing sebesar Rp140,01 miliar. BMRI ditutup menguat 1,69% ke Rp4.220.
Lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net foreign buy Rp113,14 miliar. Saham BBNI menjadi salah satu saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar tersebut, yakni 3,90% ke Rp3.730.
Alhasil, empat saham bank besar sekaligus masuk daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan 21 Agustus 2026.
Bukan saham bank-bank besar saja. Ternyata, investor asing juga mengakumulasi sejumlah saham perusahaan besar dari sektor nonbank.
Misalnya saja, saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net foreign buy Rp137,30 miliar. Saat yang sama, harga saham TPIA melonjak 3,31% menjadi Rp2.030.
Berikutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat pembelian bersih asing Rp48,52 miliar, dengan sahamnya menguat 1,21% ke Rp835.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk daftar dengan net foreign buy Rp27,61 miliar. Saham BRPT ditutup naik 0,53% menjadi Rp3.460.
Selanjutnya saham milik grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk radar investor asing dengan net foreign buy Rp89,45 miliar. Harga DSSA naik 2,94% menjadi Rp1.050.
Lainnya lagi, saham komoditas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) turut mencatat pembelian bersih asing masing-masing Rp95,90 miliar dan Rp26,91 miliar. (OSC).







