Legislator Ingatkan Pentingnya Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Geopolitik Global

by
Anggota Komisi XII DPR RI Totok Daryanto. (foto: jim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi XII DPR RI menekankan urgensi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik global, seperti di kawasan Timur Tengah.

Berbagai langkah strategis sangat krusial, mulai dari percepatan transisi energi, diversifikasi pasokan, hingga pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Anggota Komisi XII DPR RI Totok Daryanto, mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional.

Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia telah melampaui asumsi dalam APBN, dan cadangan BBM nasional juga belum mencapai target ideal. Sehingga hal itu perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau kita amati sekarang dengan keadaan perang Teluk ini, kira-kira harga minyak sekarang sekitar 85 dolar. Artinya ini sudah di atas ketetapan APBN kita yang 70 dolar per barel, targetnya,” kata Totok, dalam keterangannya, Jumat, (17/7/2026).

Terlebih, selisih antara harga minyak dunia dan asumsi harga minyak dalam APBN dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran subsidi energi apabila berlangsung dalam jangka panjang. Sehingga dampaknya terhadap kondisi fiskal nasional perlu diantisipasi.

“Ada laporan yang mengatakan kita masih sekarang mampu 29 hari, dari yang biasanya cuma sekitar 21 hari. Artinya kita sudah punya persiapan untuk jaga-jaga apabila ada sesuatu masalah,” jelasnya.

Meski demikian, kata Totok, kapasitas penyimpanan BBM perlu terus diperkuat agar Indonesia memiliki cadangan energi yang mampu menopang kebutuhan nasional dalam jangka waktu yang lebih panjang apabila terjadi gangguan pasokan.

“Ke depan ini Pertamina tentu juga harus punya langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya keadaan-keadaan yang seperti ini, sehingga kita akan aman apabila terjadi gejolak apa pun, minimal sebulan, dua bulan, tiga bulan kita akan aman,” pungkasnya.(jim)