Dongkrak Perekonomian Lokal, DPR Himbau Pemda-UMKM Manfaatkan Animo Nobar Piala Dunia

by
Nobar Piala Dunia. (Ilustrasi/Foto: Ira)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi VII DPR RI meminta pemerintah daerah (pemda) dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan tingginya animo masyarakat menjelang babak final Piala Dunia 2026 guna mendongkrak perekonomian lokal.

Himbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, yang menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar ini selalu membawa efek ekonomi masif hingga ke tingkat komunitas melalui ribuan kegiatan nonton bareng (nobar).

Dia menilai atmosfer Piala Dunia telah menciptakan ruang ekonomi baru di berbagai daerah. Menurut Lamhot, pedagang makanan dan minuman, penjual atribut sepak bola, pelaku usaha percetakan, penyedia jasa dekorasi, hingga pelaku ekonomi kreatif, memperoleh tambahan pendapatan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama turnamen berlangsung.

“Ketika masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan, otomatis muncul aktivitas ekonomi baru. Pedagang makanan, minuman, kopi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi nobar (nonton bareng) ikut merasakan manfaatnya. Inilah efek domino positif yang harus kita dorong,” kata Lamhot di Jakarta, Jumat, (17/7/2026).

Menjelang laga final yang mempertemukan Tim Nasional Argentina dan Spanyol, Lamhot memperkirakan antusiasme masyarakat semakin meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner, fesyen olahraga, hingga industri kreatif yang memanfaatkan momentum sepak bola sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu mengatakan Indonesia merupakan satu negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di dunia. Karena itu, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menghadirkan efek ekonomi yang terasa hingga ke tingkat komunitas, melalui ribuan kegiatan nobar yang digelar di berbagai daerah.

Keberadaan siaran Piala Dunia yang dapat diakses secara luas, kata dia, juga memperbesar manfaat ekonomi tersebut karena semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati pertandingan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Hal itu membuat aktivitas ekonomi menyebar hingga ke lingkungan permukiman, desa, dan pusat-pusat UMKM.

Meski begitu, dia pun berharap momentum Piala Dunia tidak berhenti sebagai hiburan semata. Pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas olahraga, hingga penyelenggara kegiatan masyarakat dapat memanfaatkan tingginya animo publik sebagai sarana memperkuat ekonomi lokal melalui festival kuliner, bazar UMKM, promosi produk lokal, hingga kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

“Kalau dikelola dengan baik, sepak bola tidak hanya menghasilkan euforia, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi. Momentum seperti ini seharusnya menjadi ruang promosi bagi produk-produk lokal agar semakin dikenal masyarakat,” kata dia. (jim)