Laba BTN Tembus Rp2,40 Triliun pada Semester I 2026, Legislator PDIP Soroti Peran Pembiayaan Rumah

by
Gedung BTN. (Ilustrasi/Foto: IFB)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih konsolidasi Rp2,40 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut melonjak 40,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif BTN mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto. Menurut dia, pertumbuhan laba tersebut menjadi sinyal bahwa transformasi bisnis yang dilakukan BTN mulai menunjukkan hasil di tengah tantangan ekonomi dan industri perbankan yang masih dinamis.

“Saya mengapresiasi pencapaian BTN pada Semester I 2026. Pertumbuhan laba lebih dari 40 persen merupakan capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa transformasi perusahaan berjalan pada jalur yang tepat,” ujar Darmadi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Darmadi mengatakan, peningkatan kinerja BTN tidak hanya terlihat dari pertumbuhan laba. Penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan juga meningkat menjadi Rp418,11 triliun atau tumbuh 11,2 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, total aset BTN tercatat mencapai Rp545,16 triliun. Sementara itu, kualitas kredit perseroan menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang turun menjadi 2,99 persen.

Laba BTN Harus Diikuti Perluasan Akses KPR

Meski mengapresiasi kinerja keuangan tersebut, Darmadi mengingatkan agar keberhasilan BTN tidak semata-mata diukur dari kemampuan perseroan mencetak laba.

Sebagai bank BUMN yang memiliki fokus dan mandat kuat dalam pembiayaan sektor perumahan, BTN dinilai memiliki tanggung jawab strategis untuk memperluas akses kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“BTN memiliki peran yang sangat strategis karena bukan hanya menjalankan fungsi perbankan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam mewujudkan impian masyarakat untuk memiliki rumah,” kata Darmadi.

Menurut dia, peningkatan kinerja keuangan BTN idealnya berjalan beriringan dengan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau.

“Karena itu, saya berharap peningkatan kinerja keuangan ini sejalan dengan semakin luasnya akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Darmadi juga mengapresiasi pertumbuhan pembiayaan KPR subsidi serta pengembangan berbagai skema pembiayaan perumahan yang dijalankan BTN. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan sektor perbankan tetap memiliki kontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan kebutuhan rumah di Indonesia.

Kebutuhan Rumah Masih Besar

Darmadi menilai kebutuhan hunian di Indonesia masih sangat besar. Kondisi tersebut membuat posisi BTN sebagai bank yang memiliki spesialisasi di sektor pembiayaan perumahan semakin strategis.

Karena itu, transformasi bisnis BTN dinilai perlu terus diperkuat agar perseroan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan perilaku masyarakat, serta dinamika industri jasa keuangan.

Menurut Darmadi, digitalisasi dan inovasi produk pembiayaan harus diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga mempermudah masyarakat mengakses pembiayaan perumahan.

“Ke depan saya berharap BTN tidak hanya mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja, tetapi juga semakin memperkuat posisinya sebagai bank yang berpihak kepada masyarakat,” ujar dia.

Ia menambahkan, semakin banyak keluarga Indonesia yang mampu memiliki rumah layak melalui pembiayaan yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan, semakin besar pula kontribusi BTN terhadap pembangunan nasional.

“Semakin banyak keluarga Indonesia yang dapat memiliki rumah layak melalui pembiayaan yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan, maka semakin besar pula kontribusi BTN terhadap pembangunan nasional,” kata Darmadi. (Asim)