Di Harkopnas ke-79, Menkop Ferry Ungkap Capaian Kopdes Merah Putih

by
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan bahwa sebanyak 83.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah memiliki badan hukum. Dari jumlah itu, sebanyak 15.845 unit bangunan fisik telah rampung dibangun 100 persen.

“Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Kemudian, yang 100% bangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845,,” ujar Ferry, dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Ferry juga menyampaikan sebanyak 19.539 Kopdes Merah Putih lainnya sedang proses dibangun. Dengan begitu, total sebanyak 35.000 Kopdes Merah Putih ditargetkan bisa rampung bersamaan dengan masa pelatihan bagi Manager KDMP pada awal Agustus mendatang.

“Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa yang direncanakan awal di minggu pertama bulan Agustus, mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya,” jelasnya.

Ferry juga ingin Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi dari Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih di bulan Agustus.

Ferry mengakui bahwa realisasi ini bisa tercapai tak luput dari upaya banyak pihak untuk mengejar ketertinggalan badan usaha koperasi.

“Kemudian, alhamdulillah tadi disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, sekarang secara bertahap oleh Bapak Presiden, ketinggalannya badan usaha koperasi dibandingkan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara, di bawah kepemimpinan Bapak telah mulai bangkit kembali untuk memberikan andil yang sebaik-baiknya bersama dengan badan usaha swasta dan BUMN,” ungkap Ferry.

Dia menilai langkah strategis ini bukan sekadar program kerja biasa, melainkan sebuah penerjemahan dari gagasan besar Presiden dalam menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi masyarakat di tingkat terbawah melalui pemerataan sirkulasi modal.

“Dan berbagai langkah cita-cita besar Bapak sebagai pemikiran ideologis, dan kami menerjemahkannya sebagai langkah-langkah ideologis. Mereaktivasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan, dan insyaallah nanti akan bermanfaat bagi perputaran uang di desa dan juga bagi pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” sambungnya.

Ferry pun menyebut sesuai arahan Presiden saat ini koperasi turut memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal ini diharapkannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Terlebih diperbolehkan masuk ke berbagai sektor. Mengelola sumur minyak rakyat atau sumur idle well.

“Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral. Kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO. Bulan Agustus, kami akan meresmikan pabrik CPO di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Itu Koperasi Unit Desa Sejahtera,” terangnya.

Bulan Agustus juga, kata Ferry, pihaknya dengan izin dan perkenan Presiden, ingin meresmikan pembangkit listrik tenaga surya skala setengah sampai dengan 1 mega di Sembulang Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau.

Penguatan Koperasi

Kemudian, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa penguatan koperasi bukan berarti melemahkan sektor ekonomi lainnya. Karena Indonesia membutuhkan seluruh elemen ekonomi untuk tumbuh bersama dalam semangat Indonesia Incorporated.

“Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” tegas Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahwa selama 30 tahun terakhir, ekonomi Indonesia terlalu dikuasai paham neoliberal yang bertentangan dengan semangat UUD 1945. Kini, pemerintah berkomitmen mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke jalur yang dirancang para pendiri bangsa.

“Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi, itu yang saya maksud Indonesia Incorporated,” kata Prabowo. (Ram)