BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kelompok pekerja swasta dalam prediksi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjadi peminat terbesar rumah subsidi pada semester II tahun 2026. Selama ini, pekerja swasta mendominasi penerima manfaat FLPP. Ada potensi peningkatan minat rumah subsidi dari kalangan generasi muda dan keluarga muda.
“Kami memperkirakan peminat terbesar tetap dari kelompok pekerja swasta, yang selama ini mendominasi penerima manfaat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dari realisasi penyaluran tahun 2026, sebanyak 63,11 persen penerima berasal dari pekerja swasta, disusul wiraswasta sekitar 17,49 persen. Kemudian, kelompok PNS sebanyak 8,26 persen dan TNI, dan Polri sekitar 1,52 persen.
BP Tapera melihat potensi peningkatan minat rumah subsidi dari generasi muda dan keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga. Kemudian pekerja sektor informal dan UMKM yang semakin terjangkau melalui berbagai penyempurnaan kebijakan pembiayaan.
Selanjutnya, masyarakat di kawasan penyangga kota besar yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau namun tetap memiliki akses ke pusat ekonomi.
“Dengan adanya tenor hingga 40 tahun, kemampuan beli kelompok usia muda juga diperkirakan meningkat,” ujar Heru.
Seperti diketahui BP Tapera mendata rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diminati oleh generasi milenial dan Gen-Z.
Menurut Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho berdasarkan realisasi penyaluran dana FLPP rumah subsidi tahun lalu (2025) sebesar 278.868 unit, kurang lebih 62 persennya diakses oleh Gen Z dan milenial, usia 19 sampai 30 tahun.
Melihat data itu, jelas membawa optimisme bahwa kesadaran generasi muda saat ini untuk melakukan investasi jangka panjang berupa rumah sebagai investasi masa depan masih sangat tinggi kesadarannya. (OSC).







