Wamenhaj Sebut Fase Pemulangan Jemaah Haji Sama Krusialnya dengan Puncak Armuzna

by
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Saat Menyapa Jemaah di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. (Foto: MCH 2026)

BERITABUANA.CO, MAKKAH – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air resmi dimulai sejak Senin, 1 Juni 2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji tetap memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Hal tersebut disampaikan Wamenhaj saat melepas keberangkatan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

Menurut Dahnil, fase pemulangan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji yang memerlukan perhatian dan pengawasan ketat dari seluruh petugas.

“Alhamdulillah, sebagian jemaah kloter pertama sudah mulai tiba di Tanah Air dengan lancar. Hari ini juga ada sekitar 17 kloter yang dijadwalkan pulang secara bertahap. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan baik hingga akhir masa operasional haji,” kata Wamenhaj.

Ia lalu mengingatkan para petugas agar tidak mengendurkan pelayanan meskipun rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai.

Menurutnya, banyak pihak sering menganggap tugas petugas telah berakhir setelah puncak haji. Padahal, proses pemulangan justru menjadi salah satu fase yang sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan jemaah.

“Saya selalu mengingatkan petugas jangan kendor. Biasanya setelah Armuzna muncul anggapan tugas sudah hampir selesai. Padahal masa pemulangan juga sangat krusial karena jemaah masih membutuhkan pelayanan terbaik hingga tiba di rumah masing-masing,” ucapnya.

Selain memastikan kelancaran transportasi dan keberangkatan jemaah, petugas juga diminta terus mengawasi layanan konsumsi dan akomodasi bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci menunggu jadwal kepulangan.

Patuhi Ketentuan Maskapai

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj juga mengimbau jemaah untuk mematuhi ketentuan maskapai terkait barang bawaan. Ia meminta jemaah menyortir oleh-oleh dan barang pribadi sejak masih berada di hotel guna menghindari kendala saat pemeriksaan di bandara.

“Tradisi membawa buah tangan tentu sangat baik. Namun jemaah harus memperhatikan aturan penerbangan agar proses keberangkatan berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan di bandara,” katanya.

Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kloter terakhir kembali ke Tanah Air. (Fadloli/MCH 2026)