Prabowo Ingin Cetak Generasi Entrepreneur, Sinergi UMKM Indonesia Siap Perkuat Ekonomi Nasional

by
Direktur Sinergi UMKM Indonesia, Widhiyani Mokhamad. (Foto: Jal)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah membuka program pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship bagi masyarakat. Tidak hanya menyediakan pendidikan, pemerintah juga menyiapkan skema kredit usaha bagi para lulusan program tersebut.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Rencana tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama pelaku UMKM dan komunitas pengembangan usaha. Salah satunya, Direktur Sinergi UMKM Indonesia, Widhiyani Mokhamad.

Widhiyani menilai langkah pemerintah menghadirkan pendidikan kewirausahaan merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat saat ini. Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan ruang belajar yang konkret agar mampu berkembang dan naik kelas.

“UMKM naik kelas tidak boleh hanya menjadi jargon. Harus ada ruang belajar, pendampingan, dan akses agar mereka benar-benar siap berkembang,” kata Widhiyani dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan UMKM, Sinergi UMKM Indonesia, kata Widhiyani, pihaknya tengah menyiapkan konsep inkubator bisnis yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

Program tersebut, ungkapnya, dirancang untuk membantu daerah yang selama ini menghadapi stagnasi dalam pengembangan UMKM.

Melalui program inkubator bisnis itu, sambungnya, peserta yang lolos seleksi akan memperoleh pendampingan intensif selama enam bulan. Materi yang diberikan mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga pembentukan UMKM yang bankable dan siap mengakses pembiayaan.

Selain itu, Sinergi UMKM Indonesia juga menyiapkan program“Business Class” bagi para pebisnis pemula. Program yang berlangsung selama dua bulan dengan delapan kali pertemuan tersebut akan menghadirkan praktisi bisnis sebagai mentor utama.

Melalui kelas tersebut, Widhiyani berharap peserta mampu memahami strategi membangun bisnis berkelanjutan, sekaligus lebih siap menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.

“Belajar dari negara-negara yang berkembang pesat, jumlah pengusaha produktif mereka jauh lebih banyak. Karena itu, kita juga harus mulai menyiapkan generasi entrepreneur baru yang kuat,” ujar Widhiyani.

Bahkan, untuk mendukung kedua program tersebut, Widhiyani menggandeng sejumlah konsultan bisnis dan praktisi berpengalaman yang telah berhasil mengembangkan usaha hingga mencapai kemandirian finansial. (Jal)