Tensi Geopolitik Timur Tengah Meningkat, Kurs Rupiah Melemah 25 Poin

by
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar. (Ilustrasi/Foto: Instagram)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Meningkatnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah, berpengaruh pada nilai tukar rupiah pada Senin (13/7/2026) pagi. Kurs rupiah bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS.

Dalam keterangannya Senin, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ungkap Lukman Leong seperti ditulis ANTARA.

Ketegangan regional telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah aksi baku serang antara pasukan AS dan Iran.

Pada Minggu (12/7/2026), Iran mengatakan telah melancarkan serangan terhadap situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target Iran.

Tidak terima, Amerika juga melakukan serangan kembali di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi hari ini.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan di Bandar Abbas serta di Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask, semuanya di provinsi Hormozgan.

Kemudian, kantor Berita Mehr juga melaporkan ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.

Tetapi, sentimen lain berasal dari data ekonomi penting AS yang akan dirilis besok, yaitu inflasi Juni yang diperkirakan akan turun 0,1 persen month on month dan 4,2 persen ke 3,9 persen secara year on year.

Nah, berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18 ribu-Rp18.150 per dolar Amerika Serikat. (OSC).