Jaya Group Bidik Pasar Belarus, Komoditas Kakao dan Sawit Potensial Diterima

by
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Radar Pekalongan/Disway.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Indonesia membidik pasar Belarus. Jaya Group melalui PT Indonesia Belarus Jaya membidik penguatan perdagangan komoditas antara kedua negara, melalui kerja sama bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Belarus. Komoditas kakao, dan sawit potensial diterima di Belarus.

Seperti dikutip Senin (18/5/2026), CEO Jaya Group Tomy Suhartanto mengatakan perusahaan tersebut dibentuk untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus melalui langkah konkret di sektor perdagangan dan industri.

“PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Holding Jaya Group. Fokus dan concern-nya adalah melakukan aksi nyata mendukung kerja sama bilateral dua negara Indonesia dan Belarus,” kata Tomy Suhartanto.

Kerja sama diarahkan untuk mengoptimalkan potensi komoditas kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan pasar masing-masing. Tomy mencatat,  komoditas Indonesia yang berpotensi diterima pasar Belarus antara lain kakao dan kelapa sawit.

Sementara itu, produk Belarus yang dinilai berpotensi dimanfaatkan di Indonesia meliputi susu, kabel dan kawat, serta pupuk.

“Concern kami dalam proses kerja sama ini intinya adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di antara kedua negara,” ujar Tomy.

Saat ini, PT Indonesia Belarus Jaya telah menandatangani nota kesepahaman bisnis dengan sejumlah perusahaan Belarus, yakni OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.

Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi di Minsk, Belarus.

Sidang komisi bersama ditandai dengan penandatanganan Agreed Minutes oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.

Pemerintah kedua negara dalam sidang tersebut membahas sejumlah bidang kerja sama. Antara lain perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmuaii pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata. (OSC).