BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp328,54 triliun per triwulan I 2026. Pembiayaan segmen konsumer meningkat 9,19 persen yoy menjadi Rp154,58 triliun, bisnis emas melonjak 101,23 persen yoy menjadi Rp28,84 triliun.
Kepada pers, di Jakarta, Selasa (12/5/2026), Direktur Risk Management PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Grandhis Helmi Harumansyah mengklaim pertumbuhan pembiayaan perseroan lebih tinggi dibandingkan industri perbankan secara keseluruhan. Pada Februari 2026, kredit BSI naik 14,32 persen yoy, sedangkan capaian kenaikan di industri perbankan hanya 9,37 persen yoy.
“Hal tersebut mendorong pertumbuhan pangsa pasar pembiayaan yang terus meningkat dibandingkan dengan perbankan nasional dan perbankan syariah di Indonesia,” kata Grandhis Helmi Harumansyah.
Perseroan memiliki pangsa pasar pembiayaan sebesar 3,77 persen dari keseluruhan pangsa pasar kredit perbankan nasional pada Februari 2026.
Pertumbuhan pembiayaan perseroan sepanjang Januari-Maret 2026 terutama ditopang oleh segmen consumer, gold, and card dengan kenaikan 17,59 persen yoy menjadi Rp184,28 triliun. Segmen tersebut mendominasi penyaluran pembiayaan perusahaan dengan porsi sebesar 56,09 persen.
Kemudian, pembiayaan segmen konsumer meningkat 9,19 persen yoy menjadi Rp154,58 triliun, pembiayaan segmen gold (bisnis emas) melonjak 101,23 persen yoy menjadi Rp28,84 triliun. Lalu, pembiayaan segmen card (kartu pembayaran) tumbuh 5,03 persen yoy menjadi Rp853 miliar.
Pertumbuhan kredit perseroan juga didukung oleh segmen wholesale yang meningkat 12,59 persen yoy menjadi Rp90,77 triliun, terdiri dari segmen corporate (korporasi) Rp71,8 triliun dan segmen commercial (komersial) Rp18,97 triliun.
Di luar itu semua, pertumbuhan pembiayaan juga disumbang oleh segmen ritel yang meningkat 7,25 persen yoy menjadi Rp53,49 triliun.
Kinerja positif pembiayaan tersebut didukung dengan cash coverage yang semakin meningkat menjadi 254 persen, Cost of Credit (CoC) yang terus menurun menjadi 0,73 persen. Berikutnya lagi, Non-Performing Financing (NPF) gross dan net yang terjaga pada kuartal I 2026.
Grandhis juga melaporkan rasio NPF gross membaik menjadi 1,80 persenII dengan NPF net yang juga menunjukkan perbaikan menjadi 0,38 persen. (OSC).







