BERITABUANA.CO, MADINAH – Musrif Diny Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah pada Selasa (12/5/2026) pukul 16.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kedatangan Musrif Diny Kemenhaj akan mendampingi dan mengarahkannya jemaah haji Indonesia dalam hal pelaksanaan ibadah haji itu sesuai dengan syariat Islam, yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Ketika ada dari jemaah haji yang sakit barangkali perlu bantuan seperti safari wukuf, bahkan nanti ketika mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, itu semuanya kita guidance bagaimana mereka bisa sesuai dengan tuntunan Islam,” ucap KH. Cholil Nafis yang juga Musyrif Diny kepada wartawan yang tergabung dalam Tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Selain soal ibadah, lanjut Cholil, Musrif Diny juga akan memastikan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kemenhaj itu sesuai dengan ajaran islam seperti wukuf di Arafah, bagaimana ketika mabit, bagaimana juga ketika melakukan lempar jumrah.
“Kita menjamin jemaah haji Indonesia sesuai dengan syariat Islam dan diharapkan nanti, kepatuhan sesuai dengan syariat Islam, kepatuhan terhadap ajaran-ajaran Islam, juga mendapat haji mabrur,” ujarnya.
Cholil menambahkan, sebelum puncak haji, nantinya Musrif Diny ini akan memberikan sosialisasi kepada jemaah haji Indonesia terkait ibadah haji termasuk menjadi penengah terkait perbedaan soal fikih haji.
“Jadi perdebatan-perdebatan berkenaan dengan fikih haji dikembalikan kepada mazhab yang kita pakai di dalam kesepakatan Musrif Dini yang akan menjadi panduan dari seluruh jemaah haji Indonesia yang dikelola atau dilaksanakan, difasilitasi oleh Kemenhaj,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, Musrif Diny yang jumlahnya lebih dari 30 orang ini akan dibagi di kantor daerah kerja (daker) Makkah, Madinah dan sektor-sektor yang ada di Makkah mulai dari sektor 1 hingga sektor 10.
“Kita memfasilitasi mereka (jemaah haji Indonesia-red) terhadap masalah-masalah perhajian ini dari fikihnya, ibadahnya, mereka bisa tanya langsung kepada Musrif Diny,” ungkapnya.
“Jadi para kiai bertugas di beberapa sektor, tapi selain itu mereka juga akan keliling dan suatu waktu kita secara berkala koordinasi antara Musyrif Diny dengan kementerian haji, penyelenggara pada tahun ini,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)







