Update Haji 2026: Jemaah Haji Meninggal 9 Orang, 58 Masih Dirawat di RS Saudi

by
Jubir Kemenhaj RI, Maria Assegaf. (Foto: Humas Kemenhaj)

BERITABUANA.CO, MADINAH- Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau. Hal tersebut disampaikan Maria saat memberikan keterangan pers di YouTube Kemenhaj RI, Senin (4/5/2026).

“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria.

Dari aspek layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 58 jemaah masih dalam perawatan.

Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan penanganan optimal melalui layanan kesehatan di kloter, sektor, dan fasilitas rujukan.

Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah pada 3 Mei 2026, sehingga total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 9 orang. Penyebab wafat didominasi oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Diketahui, Pada Minggu (3/5/2026), seorang jemaah haji Indonesia berinisial SMP, usia 73 tahun, asal Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di area bandara.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa jemaah tersebut mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi di bandara. Petugas kemudian segera melakukan penanganan awal dan merujuk jemaah ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Jemaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat turun kesadarannya saat proses imigrasi di bandara. Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir di Madinah.

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, jemaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

Selain itu, Jemaah meninggal lain atas nama Yunilis Mu’in yang berusia 73 tahun dari Embarkasi PDG 07 asal Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. (Fadloli/MCH 2026)