BERITABUANA.CO, JAKARTA – Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyatakan menerima Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya.
Kendati demikian, Fraksi Demokrat menekankan pentingnya memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Marwan Cik Hasan, saat membacakan pandangan fraksi dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam pandangan fraksi, Marwan menyebut target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 yang dipatok pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen merupakan target yang optimistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tantangan struktural domestik.
“Target pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan target dengan optimisme tinggi untuk dicapai di tengah ketidakpastian global dan tantangan struktural domestik,” kata Marwan.
Menurutnya, keberhasilan pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka statistik semata, melainkan harus tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Fraksi Demokrat, sambungnya menilai, pertumbuhan ekonomi harus mampu meningkatkan kesempatan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah maupun antarkelompok masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Marwan, fraksi demokrat mendorong pemerintah agar menjalankan strategi yang konsisten melalui penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi program perlindungan sosial, serta peningkatan kesejahteraan berbagai kelompok masyarakat.
Kelompok yang dimaksud meliputi TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, guru, petani, nelayan, buruh, tenaga honorer, hingga pekerja sektor informal lainnya.
Dalam kesempatan itu, Marwan juga menegaskan, Indonesia membutuhkan APBN yang tidak hanya sehat dari sisi fiskal, tetapi juga mampu hadir secara nyata dalam kehidupan rakyat.
“Indonesia membutuhkan APBN yang tidak hanya sehat di atas kertas, tetapi juga hadir dalam kehidupan rakyat,” ucap Marwan.
“APBN harus mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan harapan, mendorong pertumbuhan, namun tetap berpihak kepada masyarakat kecil, kelas menengah, UMKM, pelaku usaha, dan daerah,” tambahnya.
Bahkan, Marwan turut mengutip pandangan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, sebagaimana disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi memang penting, namun yang lebih penting adalah pertumbuhan yang berkualitas, mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Akhirnya, berdasarkan pandangan dan rekomendasi (yang telah disampaikan) maka fraksi partai demokrat menyatakan menerima kerangka ekonomi makro dan pokok pokok kebijakan fiskal tahun 2027 untuk dilanjutkan dalam pembahasan selanjutnya,” pungkasnya. (Jal)






