BERITABUANA.CO, JAKARTA – Perum Bulog mempersilakan masyarakat mengecek langsung stok beras di gudang sebagai bentuk keterbukaan informasi. Juga sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman dan terjaga. BUMN logistik pangan itu, menjawab keraguan sebagian pihak soal melimpahnya stok beras nasional.
“Sebagai bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik, Bulog membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Dengan keterbukaan itu, diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, siap didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Tahun ini, target penyerapan Bulog sebanyak 4 juta ton setara beras, sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan cadangan pangan nasional. Target itu lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3 juta ton.
“Penyerapan dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia,” tutur Rizal.
Tingginya realisasi penyerapan sejak awal tahun 2026, jelas berdampak pada tingkat keterisian gudang Bulog, yang meningkat signifikan. Bulog saat ini mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan total kapasitas riil sebesar 3.061.484 ton yang telah teroptimalkan dalam mendukung penyimpanan CBP.
Sebagai upaya mengantisipasi peningkatan volume stok, Bulog mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang filial, atau nonBulog.
Sejauh ini, tercatat 1.254 unit gudang filial dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton telah digunakan guna memastikan seluruh stok tersimpan dengan baik, aman, serta tersebar merata di berbagai wilayah.
Posisi stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4.881.105 ton setara beras per 18 April 2026. Hal itu menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Optimalnya keterisian gudang menjadi cerminan keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Sabtu (18/4/2026), Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya melakukan inspeksi mendadak ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Presiden ingin memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” kata Seskab Teddy Indra Wijaya.
Kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri atas dua unit bangunan dengan total kapasitas 7.000 ton, dan saat ini terisi penuh. Hal itu menunjukkan kesiapan stok yang sangat baik untuk mendukung kebutuhan masyarakat daerah itu. (Osc).







