Soal Eskalasi Konflik Papua, Wakil Ketua MPR: Sebaiknya Ditanyakan ke Wapres

by
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ikut mensalatkan jenazah jenazah musisi legendaris Titiek Puspa. (Foto: Ist)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, meminta agar perkembangan situasi keamanan dan eskalasi konflik di Papua, yang belakangan kembali menjadi sorotan akibat serangkaian aksi penembakan, ditanyakan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, Papua merupakan daerah otonomi khusus yang memiliki mekanisme penanganan tersendiri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

“Papua kan wilayah otonomi khusus. Pasti diperlakukan secara khusus. Nah, kekhususannya itu sesungguhnya dalam undang-undang sudah ada, itu menjadi tanggung jawab Wapres. Karena kekhususannya, kan gitu loh,” kata Bambang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa ketentuan mengenai peran Wakil Presiden dalam urusan Papua telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus.

Ada pun pada Pasal 68A ayat (1) disebutkan bahwa: Dalam rangka sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi,dan koordinasi pelaksanaan Otonomi Khusus danpembangunan di wilayah Papua, dibentuk suatubadan khusus yang bertanggung jawab secaralangsung kepada Presiden.

Sementara pada ayat (2), berbunyi : Badan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas seorang ketua dan beberapa oranganggota dengan susunan sebagai berikut:a. Wakil Presiden sebagai Ketua;

Sebab itu, Bambang Pacul menilai pertanyaan terkait kondisi Papua lebih tepat diarahkan kepada Wakil Presiden.

“Jadi kalau hal-hal kayak begitu, sebaiknya itu ditanyakan kepada Wapres. Undang-undangnya begitu kok bunyinya. Otonominya khusus lagi,” ucapnya.

Bambang juga mengimbau agar berbagai pihak tidak terburu-buru memberikan komentar mengenai situasi di Papua.

Menurutnya, komentar yang tidak tepat justru berpotensi memicu perbedaan pendapat yang tidak produktif.

“Jadi apa-apa yang terjadi di sana ya jangan langsung dikomentari. Gitu loh, kalau nanti dikomentari malah bikin…bikin konflik pendapat yang tidak produktif,” tandasnya.

Untuk diketahui situasi di Papua belakangan ini sempat memanas dengan adanya aksi penembakan.

Seorang ibu hamil Melkiana Duwitau tewas bersama bayinya akibat tertembak di tengah kontak senjata antara aparat keamanan dan TPNPB-OPM di Intan Jaya Papua.

Kemudian, aksi pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo yang diduga dilakukan kelompok TPNPB OPM Yahukimo Pimpinan Elkius Kobak.

Para pelaku menembak pilot pesawat tersebut yang diketahui bernama Nicholas F. Goselin, merupakan warga negara Amerika Serikat (Asim)