BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) mempercepat distribusi Uang Layak Edar (ULE) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Dalam ekspedisi ini, sebanyak Rp14 miliar uang layak edar didistribusikan ke lima pulau terluar di wilayah perbatasan tersebut.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Puteri Komarudin, yang menegaskan ketersediaan Rupiah di perbatasan merupakan simbol kedaulatan negara dan kehadiran nyata NKRI.
Dirinya menegaskan bahwa ketersediaan Rupiah di wilayah perbatasan bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan simbol kedaulatan negara. “Kehadiran Rupiah di pulau-pulau terluar merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan.
Terlebih, Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga,” ujar Puteri dalam katerangan, Selasa (7/7/2026).
Sebagai contoh nyata akselerasi distribusi yang saat ini berjalan pada 2–8 Juli 2026, BI mengerahkan KRI Beladau-643 untuk mengantar Rp14 miliar uang layak edar ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Lima pulau terluar yang menjadi sasaran utama rute ini meliputi: Pulau Tarempa (Kabupaten Kepulauan Anambas), Pulau Midai (Kabupaten Natuna), Pulau Subi Besar (Kabupaten Natuna), Pulau Tambelan (Kabupaten Bintan) dan Pulau Singkep (Kabupaten Lingga)
Sebab itu, ia juga mendorong BI memastikan pertumbuhan likuiditas ekonomi nasional sebesar 10,8 persen (yoy) per Mei 2026 turut mengalir ke daerah.
“Penting untuk melihat bagaimana dinamika ini tercermin di daerah, khususnya Kepri yang berbasis perdagangan, industri, dan pariwisata. BI perlu memastikan likuiditas ini mengalir ke sektor riil, terutama UMKM, pedagang, serta wilayah yang akses pembiayaannya masih terbatas,” terangnya.
Puteri meminta BI memperluas akseptasi QRIS guna menunjang pariwisata Kepri. Langkah ini krusial mengingat kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau per Mei 2026 mencapai 837 ribu orang, yang didominasi turis asal Singapura (40 persen) dan Malaysia (34 persen).
Selain di wilayah Kepri, percepatan sepanjang pertengahan tahun 2026 ini juga sukses menjangkau pulau-pulau 3T lainnya, seperti di wilayah Kalimantan Selatan menggunakan KRI Hiu-634, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Mentawai.
Dukungan percepatan ini sangat penting untuk memastikan stabilitas ekonomi sektor riil (terutama UMKM) sekaligus membentengi wilayah perbatasan dari peredaran mata uang asing negara tetangga. (jim)







