BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi VII DPR RI secara aktif mendorong penguatan industri motor listrik nasional melalui pengawasan investasi asing, salah satunya terhadap QJ Motor.
Hingga April 2026, fokus utama Komisi VII adalah memastikan bahwa setiap investasi otomotif tidak hanya sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar, tetapi juga memperkuat basis produksi lokal melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendorong investasi PT QJ Motor Manufacture ke Indonesia dapat memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Dalam rapat bersama Kementerian Perindustrian dan pabrikan sepeda motor listrik itu, Evita mengingatkan bahwa ekosistem motor listrik di Indonesia saat ini telah diisi oleh berbagai pelaku industri.
Oleh karena itu, pemerintah diminta mengawasi persaingan usaha agar tetap sehat. “Pemain-pemain lama ini sudah banyak di Indonesia, sehingga persaingan ke depan harus sehat dan berkeadilan agar industri nasional tetap memiliki ruang untuk berkembang,” ujar Evita dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti status operasional QJ Motor yang saat ini masih berfokus pada perakitan, bukan produksi penuh. Sejalan dengan itu, ia mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar serta memperkuat kemandirian industri nasional.
Pemerintah dan DPR RI terus menekan para produsen untuk melampaui batas minimal TKDN. Meskipun batas minimal umum berada di angka 40% untuk mendapatkan insentif, terdapat harapan agar pada tahun 2026 nilai TKDN industri nasional dapat meningkat signifikan, bahkan hingga target 80% untuk memperkuat struktur industri otomotif dalam negeri.
Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen investasi yang tidak hanya berorientasi pada perakitan dan penjualan, tetapi juga mencakup pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri. “Kita tidak ingin hanya produk yang dibawa ke sini untuk dirakit, tapi juga harus ada transfer of technology agar kualitas SDM kita ikut meningkat,” ujarnya. (jim)







