Komitmen Kemenhaj dalam Memastikan Jemaah Lansia dan Disabilitas dapat Prioritas

by
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo saata menyapa jemaah dengan kursi roda di Bandara Jeddah. FOTO: MCH 2026

BERITABUANA.CO, JEDDAH- Komitmen Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji 2026 bukan hanya retorika.

Hal tersebut terbukti saat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberikan layanan bagi kelompok rentan melalui skema ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’.

​Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk ijtihad untuk memuliakan tamu Allah yang membutuhkan perhatian khusus.

​”Lebih dari 54 persen jemaah kita adalah perempuan. Sementara itu, jumlah lansia dan disabilitas terus meningkat setiap tahunnya,” ucap Puji saat meninjau layanan lansia, perempuan dan Disabilitas bersama Komisi Nasional Disabilitas di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Rabu (13/5) malam.

“Oleh karena itu, kami membentuk bidang layanan khusus lansia dan disabilitas untuk memastikan mereka mendapatkan prioritas,” sambung Puji.

Dalam kesempatan itu, Puji juga melayani para jemaah lansia dan Disabilitas sekaligus menyapa mereka untuk mengetahui bagaimana layanan yang sudah didapatkannya. bahkan, Puji sempat mendorong kursi roda jemaah Lansia sampai ke bus yang akan mengantarkan jemaah ke hotelnya di Makkah.

​Sebagai langkah konkret, Puji menjelaskan bahwa pihaknya telah menambah jumlah petugas haji perempuan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan kuota petugas perempuan ini mencapai lebih dari 10 persen.

​”Perempuan pasti akan merasa lebih nyaman jika dilayani oleh sesama perempuan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami agar ibadah haji berjalan nyaman dan lancar, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas kemabruran jemaah,” ujarnya.

Apresiasi Tinggi

​Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi layanan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, pelibatan KND sejak tahap persiapan hingga pelatihan petugas menunjukkan keseriusan negara dalam memenuhi hak penyandang disabilitas untuk beribadah.

​”Kami melihat dan merasakan langsung komitmen nyata ini. Tahun lalu mungkin baru fokus pada ramah lansia, tapi tahun ini kian inklusif dengan mencakup disabilitas dan perempuan. Ini sangat keren,” kata Deka.

​Ia lalu menyoroti aspek teologis di balik kebijakan ini. Menurutnya, jajaran Kemenhaj RI tidak sekadar menjalankan tugas jabatan, tetapi juga meyakini bahwa memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah rentan akan membawa keberkahan bagi penyelenggaraan haji secara keseluruhan.

​”Mudah-mudahan dengan memuliakan orang tua kita yang lansia dan saudara kita yang disabilitas, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi jauh lebih sukses dan lancar,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)