BERITABUANA.CO, JAKARTA — Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, program bantuan pangan (Bapang) beras dan minyak goreng periode Februari–Maret 2026 dinantikan sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. DPR meminta pemerintah segera merealisasikan penyaluran bantuan tersebut tanpa penundaan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa ketersediaan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman sehingga tidak ada alasan untuk menunda distribusi.
“Stok beras dan minyak tidak ada kendala. Jumlah persediaannya sangat memadai. Kita minta pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional untuk tidak lagi menunda-nunda penyaluran Bapang periode Februari dan Maret 2026 ini,” ujar Alex dalam keterangan tertulis, Kamis.
Desakan tersebut merespons belum cairnya bantuan pangan yang sebelumnya telah diputuskan dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Dalam rapat yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu, disepakati penyaluran dilakukan satu kali untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Sasar Desil I hingga IV
Pada 2026, jumlah penerima Bapang diperluas dengan menyasar masyarakat desil I hingga IV, seperti penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra). Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga total yang diterima untuk dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Menurut Alex, bantuan tersebut diharapkan mampu meredam gejolak harga kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan tentunya akan membantu meredam gejolak harga di bulan Ramadhan, terlebih Idul Fitri makin dekat,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.
Ia menambahkan, bantuan pangan sangat dinantikan masyarakat dan pemerintah perlu memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
Anggaran Rp11,92 Triliun
Secara total, jumlah KPM pada 2026 meningkat signifikan hingga 81,9 persen dibandingkan program sebelumnya yang menyasar 18,2 juta KPM per bulan.
Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menggelontorkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk mendukung program tersebut.
Alex menilai Bapang berperan penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menopang daya beli masyarakat.
“Program ini bukan hanya membantu kebutuhan KPM selama Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi juga menjaga inflasi tetap terkendali,” ujarnya.
Dampak terhadap Kemiskinan
Sebagai informasi, program Bapang yang dilaksanakan Bapanas bersama Bulog pada 2025 digelar dalam dua tahap. Tahap pertama pada Juni–Juli berupa bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk 18,2 juta KPM. Pada tahap Oktober–November, pemerintah menambahkan 2 liter minyak goreng per bulan dengan jumlah penerima yang sama.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menunjukkan program bantuan pangan beras berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Pada Maret 2024, persentase penduduk miskin tercatat 9,03 persen, turun 0,33 persen dibandingkan Maret 2023 dan turun 0,54 poin persentase dibandingkan September 2022. (Ery)







